Berita Migas

Siapkan Pohon Bintaro untuk Penghijauan di Sumur Tua

Bojonegoro (beritajatim.com) – Suhu panas akibat dampak eksploitasi minyak sumur tua di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro sangat terasa. Asap dari mesin yang menggunakan mesin mobil diesel menambah polusi udara di wilayah sekitar.

Namun, upaya penghijauan yang dilakukan di sekitar wilayah produksi sumur tua dirasa selalu gagal. Pohon penghijauan yang ditanam tidak bisa bertahan lama. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menyiapkan bibit tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah sekitar pengeboran.

Kepala Bidang Persampahan, DLH Kabupaten Bojonegoro, Sholeh Fathoni mengatakan, setelah dilakukan studi riset bersama dengan tim ahli ditemukan pohon Bintaro yang merupakan tipikal tanaman adaktif. Sebab, sebelumnya, pohon yang sudah ditanam di sekitar sumur tua selalu mati.

“Pohon Bintaro, sebagai pohon serapan diharapkan bisa memperbaiki unsur tanah yang ada. Ini percobaan, diharapkan bisa membantu penyediaan oksigen dan bisa lebih teduh,” ujarnya, Sabtu (20/7/2019).

DLH kini sedang menyiapkan 500 bibit pohon Bintaro. Bibit tersebut akan ditanam saat musim hujan nanti. Penanaman diserahkan ke Perhutani sebagai pemilik lahan. Pohon Bintaro banyak tumbuh sebagai pohon penghijauan jalan di Bojonegoro. Tanaman tersebut jika tumbuh liar bisa mencapai lima meter lebih.

Sementara diketahui, produksi minyak dari sumur tua yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) sebesar 400 barel perhari. Sebagai pengelola, PT BBS ditarget bisa menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp415 juta. Selain dari BUMD, pengelolaan sumur tua juga masih banyak dilakukan oleh masyarakat sendiri. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar