Berita Migas

PT BBS Salurkan Program Kemasyarakatan dari Tambang Sumur Tua

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk kali pertama menyerahkan program kemasyarakatan dari hasil pengelolaan tambang sumur minyak tradisional di kawasan Kedewan.

Program tersebut diberikan sejak PT BBS mulai melakukan kerjasama dengan Pertamina EP Asset 4 dalam pengelolaan sumur tua di Kawasan Desa Wonocolo, Dandangilo dan Ngrayong itu sejak 16 Agustus 2017.

Direktur PT BBS, Tonny Ade Irawan mengatakan, program sosial yang dilakukan tersebut merupakan keuntungan PT BBS dari hasil penelolaan sumur tua yang dikembalikan lagi kepada masyarakat. Salah satunya yakni melalui program pemberian HSE, BPJS Tenaga Kerja, dan lingkungan.

“Secara bertahap sudah dilaksanakan dan bagi hasil desa yang kita distribusikan pada hari ini. Semua program tersebut akan terus kami tingkatkan seiring dengan peningkatan produksi sumur tua,” ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, saat ini ada 50 penambang yang terdaftar di BPJS Ketenaga Kerjaan dengan iuran setiap bulannya kurang lebih Rp27.000 perorangnya. Pendaftaran dilakukan secara bertahap karena banyak kendala di lapangan, selain terbentur identitas juga PT BBS hanya mendaftarkan penambang yang menyetorkan minyak setiap harinya.

Program-program tersebut berasal dari ongkos angkat dan angkut bagi penambang. Ongkos tersebut ditetapkan oleh PT BBS sebesar Rp3.217,69 per liter. Harga yang ditetapkan itu kemudian dikurangi 10 persen untuk kebutuhan pemberdayaan masyarakat. Sehingga para penambang hanya mendapat sekitar Rp2.838,00 per liter.

“Kebutuhan tersebut diantaranya 5 persen untuk PT BBS, lalu 2,5 persen untuk HSSE, sebesar 2 persen untuk BPJS Ketenaga Kerjaan, dan 0,5 persen untuk Pemerintah Desa,” terangnya.

Nilai ongkos angkat dan angkut tersebut, telah ditetapkan oleh Pertamina EP Aset 4 Field Cepu selaku pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yakni 70 persen per liter dari Indonesian Crude Price (ICP) serta PPh sebesar 2 persen. “Kalau 70 persen ICP itu memang sudah ketentuan dari Pertamina,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto mengatakan, program yang telah disalurkan oleh PT BBS ini merupakan pertama kali sehingga beberapa program yang belum terakomodir bisa ditingkatkan secara luas dan bisa berdampak positif pada masyarakat.

“PT BBS untuk pertama memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dari sumur tua, dengan adanya tambahan Pendapatan Asli Daerah tersebut juga akan dikembalikan kepada masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya.

Di Kecamatan Kedewan, kata dia, banyak sumur tua, namun hanya beberapa yang dikelola BBS. Selebihnya hasil dari penambangan sumur tua tersebut masih diserahkan kepada pihak lain. “Semoga kepercayaan penambang kepada PT BBS semakin meningkat demi kesejahteraan bersama masyarakat se Kecamatan Kedewan,” tambah pria yang akrab disapa Wawan ini.

Diketahui, program kontraktual yang dilakukan tersebut yakni, program pemberdayaan dan taman posyandu serta karang taruna produktif. Acara yang digelar di halaman SDN 1 Kedewan dihadiri Muspika Kedewan, perwakilan Desa se Kecamatan Kedewan, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan masyarakat penerima program.

Dalam program ini PT BBS menyalurkan bantuan kepada Tapos Yandu se Kecamatan Kedewan berupa alat permainan edukasi, tikar lipat, timbangan, pengukur panjang badan, program makananan tambahan atau PMT balita, sarung timban sedangkan program bantuan untuk karang taruna se Kecamatan Kedewan yaitu berupa alat dan perelengapan olahraga. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar