Berita Migas

PT BBS Ajukan Tambahan Modal Pengelolaan Sumur Minyak Tua

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengajukan permohonan tambahan modal ke Pemkab Bojonegoro. Hal itu guna mencukupi perputaran uang setelah adanya peningkatan produksi saat ini.

PT BBS mengaku kesulitan mendapatkan dana tambahan semenjak menerima setoran minyak dari penambang eks Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan (SP) pada pertengahan bulan Mei hingga Juni 2019. Adanya setoran dari penambang eks KUD SP itu secara langsung menambah jumlah produksi.

Jumlah produksi minyak dari sumur tua di Kecamatan Kedewan saat ini sebesar 400 barel per hari. “Setiap bulan ongkos angkat dan angkut minyak ke penambang mencapai Rp12 miliar,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonni Ade Irawan, Jumat (19/7/2019).

Tonni merinci, dari total Rp12 miliar tersebut, setiap hari pembayaran ongkos angkat dan angkut para penambang adalah sebesar kurang lebih Rp300 juta. Sementara pinjaman ke Bank maksimal hanya mencapai Rp2 miliar. “Terlebih, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sekarang ini akan membayar invoice setiap tanggal 20 yang awalnya tanggal 13,” imbuhnya.

Bahkan, untuk menutupi kekurangan pembayaran ongkos angkat dan angkut ke penambang, pihaknya harus pontang-panting mencari tambahan. Oleh sebab itu, hingga bulan Juli 2019, setoran pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Bojonegoro baru dibayarkan sebesar Rp180 juta.

“Tapi akan kami selesaikan, akhir tahun menyetorkan PAD ke pemkab sebesar Rp415 juta sesuai target,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar