Berita Migas

PT BBS Ajukan Bisnis Pengelolaan Gas Blok Cepu

Direktur Utama PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) Thomas Gunawan.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) Thomas Gunawan mengaku sedang menyiapkan bisnis pengelolaa gas dari lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

“Penawaran pengelolaan gas dari lapangan Banyu Urip sudah kami ajukan seminggu yang lalu kepada operator (EMCL). Sekarang masih dalam tahap evaluasi,” ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Targetnya, dalam pengelolaan gas flare itu PT BBS bisa mengelola sebesar 10 MMSCFD selama delapan tahun kedepan. Proses alokasi gas flare tersebut rencananya akan ditetapkan oleh Kementerian ESDM sesuai usulan dari EMCL dan SKK Migas pada 2020 ini.

“Kemudian pada 2021 kami akan membangun fasilitas, dengan melakukan beauty contest untuk membuat fasilitas dan menggandeng investor yang meiliki teknologi. Selanjutnya tahun 2022 sudah bisa diproduksi,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sally Atyasasmi mengingatkan, agar dalam menyusun rencana bisnis PT BBS tidak main-main. Sehingga target pendapatan yang sudah dipasang di APBD bisa terpenuhi.

Selain itu, Sally juga meminta agar PT BBS bisa bekerja secara profesional agar bisa bersaing secara nasional. “Bersaingnya jangan sama perusahaan lokal. Itu sama saja membunuh perusahaan-perusaaan lokal,” ujarnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar