Iklan Banner Sukun
Berita Migas

Produksi Migas Turun, Bojonegoro Tertolong Harga Minyak Tinggi

Kepala BPS Bojonegoro Firman Bastian

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat pada tahun 2021 jumlah produksi minyak dan gas bumi (migas) yang ada di Bojonegoro mengalami penurunan.

Jumlah produksi minyak yang ada di Bojonegoro pada 2021 sebesar 76 juta barel. Sedangkan, produksi gas sebesar 1 juta metrik. Jumlah itu turun 11 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Sementara harga migas sendiri saat ini naik 40 persen. Sehingga dana bagi hasil (DBH) Migas yang diterima Pemkab Bojonegoro tetap naik,” ujar Kepala BPS Bojonegoro, Firman Bastian, Jumat (25/3/2022).

Sementara menurut Firman, yang terdampak terhadap penurunan produksi migas di Bojonegoro adalah pertumbuhan ekonomi. Karena dalam struktur pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro 50,14 persen dipengaruhi oleh industrialisasi migas. Kedua, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 11,81 persen.

“Struktur pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro ini memang tidak sama dengan daerah lain, karena didominasi oleh industri pertambangan dan penggalian, termasuk industrialisasi migas,” jelasnya.

Sektor migas sendiri masuk dalam kategori pertambangan dan penggalian yang menempati 49 persen untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. “Sehingga, jika ada gejolak di sektor migas pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro sangat terasa,” terangnya.

Selain migas, dampak turunnya angka pertumbuhan ekonomi karena produksi padi di Bojonegoro mengalami penurunan. Karena dua sektor ekonomi meliputi pertambangan, penggalian dan pertanian sangat memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi Bojonegoro.

Sementara dilihat dari PDRB non migas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro tumbuh sebesar 3,55 persen. Namun, ada dua lapangan usaha yang terkontraksi di antaranya pertanian, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian masing-masing turun sebesar 1,21 persen dan 11,61 persen.

Sementara itu, lanjut dia, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 9,73 persen. Juga lapangan usaha perdagangan besar dan eceran: reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 7,34 persen dan lapangan usaha.

Sementara Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Lasuri mengatakan, selama ini transfer DBH migas berkontribusi cukup banyak pada APBD Bojonegoro. Tahun lalu transfer DBH migas mencapai Rp2 triliun lebih.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, harga migas saat ini memang sedang naik. Saat ini harga migas adalah 120 USD per barel. Naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. “Kondisi itu tentu bagus untuk mendukung keuangan daerah,” pungkasnya. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar