Berita Migas

Produksi Blok Cepu Sudah Mulai Turun

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah produksi minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu sebelumnya telah mencapai 228 ribu barel per hari. Namun, belakangan produksinya kini mengalami penurunan.

“Tahun lalu (2020), jumlah produksi Blok Cepu sebesar 228 ribu barel perhari, sekarang tinggal sekitar 215 ribu barel perhari,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi saat di Bojonegoro, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Nurwahidi, penurunan jumlah produksi tersebut merupakan fase dalam pengeboran. Ada beberapa macam faktor, apakah ada gangguan reservoir atau jumlah cadangan sumur yang sudah mulai menurun.

Saat ini sebagai operator lapangan migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sedang melakukan kajian tersebut. “Sehingga diharapkan penurunan tidak terlalu signifikan, paling tidak bertahan dengan produksi yang sekarang,” jelasnya.

Salah satu bentuk upaya untuk menghamat penurunan jumlah produksi salah satunya dengan dilakukannya perbaikan sumur produksi yang pernah dilakukan oleh EMCL sebelumnya.

Sementara diketahui, sesuai dengan POD Banyu Urip, periode puncak produksi diperkirakan sekitar 2 tahun dengan rata-rata produksi tahunan sebesar 165.000 barel per hari (BPD). Meskipun demikian, semenjak full facility start-up, telah berproduksi puncak hingga 225.000 BPD selama sekitar 5 tahun.

Dengan kata lain, laju produksi telah meningkat sebesar 30 persen dari POD awal, dan puncak produksi 3 tahun lebih lama dari perkiraan semula.

“Dikarenakan karakteristik alami dari reservoir yang umum berlaku di seluruh dunia, diperkirakan produksi minyak Banyu Urip akan menurun,” ujar Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N Alam dalam kesempatannya, pada Kamis (4/2/2021). [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Kiat Menulis Artikel Kesehatan Populer

Resep Nasi Aladin Khas Timur Tengah

Resep Sup Kikil, Gurih dan Empuk