Berita Migas

Pertamina Tetap Pertahankan Produksi di Masa Pendemi

Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) hingga Juni 2020 tetap mempertahankan produksi minyak dan gas (migas) mencapai 884 juta barel minyak ekuivalen per hari atau milion barrel oil of equivalent per day (MBOEPD) atau 99 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.

Menurut CEO Subholding Hulu PT Pertamina Budiman Parhusip, dari total realisasi migas 884 MBOEPD per Juni 2020, sebanyak 414 ribu barel per hari (MBOPD) merupakan produksi minyak yang terdiri 99 MBOPD dari internasional dan 315 MBOPD dari domestik. “Raihan itu di bawah target 421 MBOPD,” kata Budiman dalam virtual media briefing ‘Upaya Terbaik Pertamina Melayani Bangsa di Tengah Pandemi’ di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Sementara produksi gas hingga Juni 2020 mencapai 2.721 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang mencakup 277 MMSCFD internasional dan 2.444 domestik. “Raihan itu di bawah target 2.742 MMCSFD,” kata dia.

Dia menambahkan, jika dilihat berdasarkan lifting, realisasi migas hingga Juni 2020 mencapai 723 MBOEPD atau di bawah target 730 MBOEPD. Perinciannya, lifting minyak sebanyak 369 MBOPD yang terdiri 67 MBOPD dari internasional dan 302 MBOPD dari domestik. “Raihan itu di bawah target 382 MBOPD,” kata dia.

Sementara lifting gas hingga Juni 2020 mencapai 2.048 MMSCFD yang mencakup 86 MMSCFD internasional dan 1.962 domestik. “Raihan itu di melampaui target 2.014 MMCSFD,” kata dia.

Budiman mengatakan, anak perusahaan hulu yang berhasil melampaui target produksi minyak 2020 sampai Juni adalah PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang mencapai 100,1 persen dari target dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) 100,5 persen.

Sementara anak usaha yang melampaui target produksi gas sampai Juni adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yakni 101,5 persen dari target dan PEPC 102,6 persen.

Masih menurut Budiman, meski dalam kondisi yang mengharuskan efisiensi, Pertamina berhasil melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 8, eksploitasi 156, workover 320 dan well service sebanyak 6.699 sumur.

Sementara Seismic 2D Jambi Merang open area merupakan survei terbesar dalam 10 tahun terakhir se-Asia Pasifik mencakup nilai komitmen kerja pasti US$ 239 juta. “Hingga Juni 2020 sudah mencapai 27.576 km dari target 30.000 km (92 persen) di sesimik Bone Tukang Besi,” ujarnya. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar