Berita Migas

Pertamina EP Cepu Ajak Mlaku Bareng Media Bojonegoro

Surabaya (beritajatim.com) – Pertamina Energi dan Produksi Cepu (PEPC) menggelar media gathering dan workshop bersama media yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak kurang lebih 30 media mengikuti kegiatan yang bertajuk Mlaku Bareng Media Bojonegoro, Kamis (19/12/2019).

JTB Site Office and PGA Manager PT Pertamina EP Cepu, Kunadi mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (Migas) PT Pertamina EP Cepu berusaha memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat. Selain itu, diharapkan hubungan antar media dengan perusahaan bisa terjalin dengan baik.

“Agar teman-teman media dan perusahaan bisa menjalin komunikasi dengan baik, sehingga jangan sampai ada berita yang salah dan menyesatkan masyarakat,” ujar Kunadi.

Meski belum melakukan proses produksi, namun Pertamina EP Cepu dinilai sudah menggelar beberapa program pengembangan masyarakat (PPM) yang memiliki multi player efek baik menguntungkan bagi perusahaan, negara maupun masyarakat.

“Meski belum melakukan produksi mereka sudah memiliki program yang menurut saya tepat sasaran. Seperti kampung petelur. Ini bisa dikembangkan untuk daerah lain,” ujar Kepala Humas SKK Migas Jabanusi, Donny Arianto dalam sambutannya.

Selain itu, Donny menambahkan, saat ini kebutuhan migas kedepan diharapkan bisa terpenuhi. Sehingga oleh pemerintah beberapa KKKS diminta untuk memaksimalkan produksi. “Karena kebutuhan nasional sekarang bisa terpenuhi dari impor,” jelasnya.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ainur Rohim mengapresiasi apa yang dilakukan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang telah memberikan pendidikan informal kepada wartawan di wilayah operasinya.

Karena, dengan adanya industrialisasi migas ini, Kabupaten Bojonegoro memiliki nilai perhatian lebih baik dari pemerintah pusat, kabupaten, maupun kota lain. Salah satunya karena nilai anggaran yang besar khususnya dari industri migas.

“Dengan besarnya anggaran APBD Kabupaten Bojonegoro, maka kewajiban dan tanggung jawab moral di Bojonegoro ini lebih besar dari daerah lain. Termasuk media juga memiliki tanggung jawab sosial dalam melakukan pengawasan pemanfaatan APBD,” ungkapnya.

Sekadar diketahui Workshop dan Media Gathering ini dilakukan selama tiga hari di Surabaya. Beberapa materi yang diberikan, salah satunya materi tentang progres pengerjaan di lapangan Unitisasi Gas Hambatan Tiung Biru, Foto Jurnalistik yang disampaikan Nek Subechi Photographer dan Jurnalis Jawa Pos, serta vlog reportage yang akan disampaikan Anelies Praramadhani presenter SCTV. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar