Berita Migas

Penuhi Kebutuhan BMP

Pertamina dan TNI Lanjutkan Kerja Sama Strategis

Jakarta (beritajatim.com) – Pertamina dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jual Beli Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) Tahun Anggaran 2021.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Vice President Industrial & Marine Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Waljiyanto dengan Para Pejabat Pembuat Komitment (PPK) dari Unit Operasi (UO) Mabes TNI, Rabu (27/1/2021).

Waljiyanto menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan TNI menggandeng Pertamina untuk menyediakan kebutuhan BMP TNI. Menurutnya, sebagai perusahaan energi terbesar milik negara, Waljiyanto menyatakan Pertamina siap memenuhi kebutuhan energi TNI.

“Produk yang kami siapkan sudah sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh TNI. Selain itu, dengan aset Pertamina yang tersebar luas di seluruh Indonesia, kami yakin kami dapat mendukung kebutuhan TNI dengan baik,” jelas Waljiyanto.

Pertamina akan menyediakan beragam produk, mulai dari Avgas, Avtur, Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Premium, Biosolar/High Speed Diesel (HSD), Pertamina Dex, Kerosene, Marine Diesel Fuel (MDF), Marine Gas Oil (MGO), dan Pelumas dalam beberapa varian. Dengan terhubungnya sistem digitalisasi MySAP Pertamina dan e-BBM TNI, Waljiyanto yakin penyaluran BMP TNI di tahun 2021 juga akan lebih baik.

“Seluruh produk tersebut akan Pertamina salurkan untuk seluruh satuan TNI. Digitalisasi juga diharapkan akan memaksimalkan penyaluran agar lebih tepat, cepat, dan transparan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas hubungan baik yang selama ini terjalin sehingga terbentuk kepercayaan yang luar biasa antara Pertamina dan TNI,” tambah Waljiyanto.

Pada kesempatan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono mengatakan bahwa, penandatanganan kontrak bersama ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 1 tahun 2015 tentang percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

“Salah satu kontrak yang ditandatangani adalah terkait penggunaan BMP. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan penggunaan anggaran sehingga dapat berjalan dengan tertib sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan,” tegas Irjen TNI Letjen Bambang Suswantono mewakili Panglima TNI.

“Dengan dilaksanakannya penandatanganan kontrak di awal tahun, maka diharapkan akan mempercepat daya serap anggaran TNI TA 2021 dan dapat menghindari terjadinya kegiatan lintas tahun,” pungkasn . [hen/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar