Berita Migas

PEPC Alirkan Air Bersih, Tuntaskan Dahaga Warga Dolokgede

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Delokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bisa menikmati air bersih saat musim kemarau. PT Pertamina EP Cepu mendirikan satu tandon berisi air bersih yang dialirkan ke 50 rumah warga.

Kepala Desa Dolokgede Nunuk Sri Rahayu mengatakan, sejak beberapa tahun lalu sebagian masyarakat kekurangan air bersih saat kemarau. Mereka rutin menerima bantuan pasokan air bersih yang diangkut mobil tangki Perusahaan Daerah Air Minum Bojonegoro setiap tahun. “Akhirnya muncul ide pengusulan program air bersih ke Pertamina,” jelasnya.

Pelaksanaan program penyediaan air bersih di Dolokgede ini berlangsung tiga bulan, dimulai dari 9 September 2020 sampai tanggal 9 Desember 2020. “Penerima manfaatnya adalah 50 sambungan rumah dari kurang lebih 100 rumah yang membutuhkan,” kata Nunuk.

Air diambilkan dari sumur bor. Sementara untuk warga yang belum memperoleh air bersih mendapatkan pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum Bojonegoro.

Pertamina EP Cepu menggandeng lembaga Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) untuk menggarap program air bersih ini.

“Kami mendampingi program ini mulai dari proses koordinasi para pihak, rembuk desa dan sosialisasi, pembentukan kepengurusan, pelatihan kelembagaan dan pelatihan teknis pengelolaan Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum), pembangunan fisik fasilitas air bersih, sampai serah terima program,” kata Direktur Ademos, Kundhori.

Kundhori mengatakan, pembangunan fasilitas infrastruktur air bersih untuk program ini sempat terkendala cuaca. “Ini dikarenakan pembangunan fasilitas air bersih dilakukan pada musim hujan,” katanya.

Sementara Edy Purnomo, JTB Site Office & PGA Manager PT Pertamina EP Cepu menegaskan, program penyediaan fasilitas air bersih berbasis pengelolaan mini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat di sekitar area operasi Project JTB. “Air adalah kebutuhan pokok dan hak dasar manusia dan diatur dalam UUD 1945 Pasal 33,” katanya.

Program pemenuhan akses sanitasi dan air bersih ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) Indonesia/Sustainable Development Goals (SDG’s) Indonesia, yaitu Pilar Pembangunan Lingkungan pada indikator Air Bersih dan Sanitasi Layak yang merupakan salah satu tujuan pembangunan bekelanjutan dari 17 goal SDG’s Indonesia.

“Kami mewujudkan tersedianya fasilitas pemenuhan kebutuhan air bersih melalui proses geolistrik, pengeboran, pembuatan tendon, dan distribusi air ke rumah tangga dengan pipanisasi secara permanen,” jelas Edy.

PT Pertamina EP Cepu juga membentuk tata kelola lembaga pengelola air bersih dengan partisipasi aktif masyarat. “Proses perencanaan dan pembuatan keputusan tentang pengadaan fasilitas air bersih dan sanitasi melalui forum masyarakat,” kata Edy. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar