Berita Migas

Penjelasan Lapindo Brantas Inc dan PT MLJ Soal Hutang Pemerintah

Surabaya (beritajatim.com) – Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya anak usaha Grup Bakrie memberikan klarifikasi terkait utang piutang yang ramai diberitakan media.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan atas nama Presiden Direktur Lapindo Brantas Inc.Faruq Adi Nugroho  dan Direktur Utama Minarak Lapindo Benjamin Sastrawiguna, kedua perusahaan mengaku memiliki utang kepada pemerintah sebesar Rp 773 juta.

Mereka pun berjanji untuk melunasi utang tersebut, tetapi dengan menggunakan piutang kepada pemerintah.

“Dalam kesempatan yang baik ini perlu juga kami sampaikan, bahwa Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya mempunyai Piutang Kepada Pemerintah sebesar US$138,238,310.32 (seratus tiga puluh delapan juta dua ratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus sepuluh dan tiga puluh dua sen Dollar Amerika), atau setara dengan Rp 1,9 Triliun,” tulis Faruq AdiNugroho Presiden Lapindo Brantas Inc, Selasa (25/6/2019).[ted]

Berikut keterangan Resminya.

Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan pinjaman berupa Dana Antisipasi Untuk Melunasi Pembelian Tanah Dan Bangunan Warga Terdampak Luapan Lumpur Sidoarjo.

Kami ingin meluruskan pemberitaan yang beredar di media masa dalam beberapa minggu terakhir ini, yang menyatakan bahwa Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jayamempunyai utang ratusan milyar rupiah kepada Pemerintah yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat, sebagai berikut:

1. Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya memperoleh pinjaman dari Pemerintah berupa Dana Antisipasi Untuk Melunasi Pembelian Tanah Dan Bangunan Warga Terdampak Luapan Lumpur Sidoarjo sebesar Rp.773.382.049.559(tujuh ratus tujuh puluh tiga milyar, tiga ratus delapan puluh dua juta, empat puluh sembilan ribu, lima ratus lima puluh sembilan rupiah).

2. Peruntukkan pinjaman dana tersebut sesuai perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 10 Juli 2015 adalah untuk melunasi pembelian tanah dan bangunan warga terdampak luapan lumpur Sidoarjo dalam peta area terdampak 22 Maret 2007, yang teknisnya disalurkan pembayaran langsung dari Pemerintah kepada masing-masing warga terdampak.

Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya akan membayar dan melunasi pinjaman Dana Antisipasi tersebut di atas.

Dalam kesempatan yang baik ini perlu juga kami sampaikan, bahwa Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya mempunyai Piutang Kepada Pemerintah sebesar US$138,238,310.32 (seratus tiga puluh delapan juta dua ratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus sepuluh dan tiga puluh dua sen Dollar Amerika), atau setara dengan Rp 1,9 Triliun.

1. Piutang tersebut berasal dari Dana Talangan Kepada Pemerintah atas Penanggulangan Luapan Lumpur Sidoarjo ini telah dilakukan oleh Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya selama periode 29 Mei 2006 s/d 31 Juli 2007.

2. Piutang kepada Pemerintah tersebut telah diketahui oleh BPKP pada saat melakukan Special Audit terhadap Pembukuan Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya pada bulan Juni tahun 2018.

3. Selanjutnya Piutang kepada Pemerintah sebesar USD 138,238,310.32 atau setara Rp.1,9 Triliun tersebut telah diverifikasi oleh SKK Migas sebagai biaya yang dapat diganti(cost recoverable) pada bulan September tahun 2018, sesuai dengan surat SKK Migas NoSRT-0761/SKKMA0000/2018/S4 tanggal 10 September 2018.

4. Selanjutnya Utang kepada Pemerintah berupa Dana Antisipasi sebesar Rp.773.382.049.559 akan diselesaikan oleh Lapindo Brantas, Inc. dan PT. Minarak Lapindo Jaya. Untuk itu kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemerintah melalui Departemen Keuangan untuk dilakukan pembayaran utang dengan mekanisme Perjumpaan Utang, yaitu menjumpakan Piutang Kepada Pemerintah sebesar USD 138,238,310.32 atau setara Rp.1,9 Triliun dengan Pinjaman Dana Antisipasi Rp.773.382.049.559. Usulan tersebut telah kami sampaikan kepada pemerintah melaui surat Nomor 586/MGNT/ES/19 tanggal 12 Juni 2019.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan, harapan kami permasalahan yang beredar di media masa dapat dipahami secara komprehensif oleh masyarakat luas serta pemangku kepentingan lainnya. Terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Jakarta, 26 Juni 2019
Hormat kami,

LapindoBrantas, Inc.                                                          PT.MinarakLapindo Jaya

Faruq AdiNugroho                                                         Benjamin Sastrawiguna

President                                                                                 DirekturUtama

 

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar