Berita Migas

Peningkatan Produksi Blok Cepu Jadi 235 Ribu BOPD Tunggu AMDAL

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berusaha mempercepat upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (Migas) secara nasional.

Untuk mencapai target tersebut, beberapa upaya strategis diterapkan pada Blok Cepu di mana Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris berada, yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi menyampaikan, untuk meningkatkan jumlah produksi tersebut kini EMCL masih proses pengajuan perubahan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). “Semua proses sudah dilalui, dan tinggal sedikit lagi untuk perubahan dokumen AMDAL selesai,” kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi, Sabtu (14/3/2020).

Perubahan dokumen AMDAL di Blok Cepu ini, karena EMCL akan meningkatkan produksi minyak mentah yang berpusat di Kecamatan Gayam, dari 220 ribu barel per hari atau barrel oil per day (BOPD) menjadi 235 ribu BOPD. Salah satu peningkatannya berasal dari Lapangan Kedungkeris di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kalitidu.

“Pengurusan AMDAL saat ini jauh lebih sederhana, SKK Migas menerapkan One Door Services Policy (ODSP) untuk urusan perijinan dan lain-lain,” jelasnya.

Dalam perubahan AMDAL tersebut, masukan maupun usulan dari masyarakat sekitar Blok Cepu maupun Pemerintah Daerah harus diprioritaskan. “Semua usulan Insya Allah akan diakomodir, karena masukan-masukan mereka sangat positif dan memang harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hanafi mengakui jika apa yang diusulkan Pemkab dan masyarakat telah terakomodir dengan baik. Dan KKKS serta SKK Migas komitmen untuk melaksanakannya selama peningkatan produksi. “Semua proses sudah selesai, tinggal menunggu penerbitan AMDAL,” pungkasnya.

Sebelumnya, External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ichwan Arifin mengungkapkan, alat-alat produksi yang digunakan sudah dilakukan uji coba produksi. Sehingga untuk menambah jumlah produksi itu pihaknya tinggal menunggu AMDAL.

“Saat ini kami tengah mengajukan revisi AMDAL di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan masih menunggu proses dan prosedur terpenuhi,” ujar Ichwan Arifin. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar