Berita Migas

Pengaktifan Sumur Migas Tiung Biru Bisa Ganggu Produksi JTB

General Manager PT Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, Foto:Tulus/Bj.com

Bojonegoro (beritajatim.com) – General Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto mengatakan jika penutupan Sumur produksi minyak dan gas bumi (Migas) Tiung Biru dilakukan karena bisa mengganggu produksi Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

“Ditutup karena reservoirnya diidentifikasi berhubungan dengan reservoir gas dari sumur JTB yang dikerjakan oleh rekan PEPC,” ujar Agus Amperianto kepada┬áberitajatim.com, Rabu (11/3/2020).

Sumur produksi Tiung Biru dikelola oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Kemudian pada 2018, sumur-sumur produksi migas itu ditutup karena ada pengembangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Proyek J-TB sendiri dikelola oleh Pertamina EP Cepu (PEPC).

Proyek J-TB oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Keppres no 56 tahun 2018 ditetapkan menjadi salah satu dari empat proyek stategis nasional bidang migas dengan nilai investasi US$ 1,53 miliar. Sehingga, jika sumur Tiung Biru masih diproduksi maka akan tidak menguntungkan bagi J-TB.

“Jelasnya, gas yang akan ikut terproduksi apabila lapisan minyaknya di sumur Tiung Biru tetap diproduksikan, maka akan tidak menguntungkan bagi PEPC, karena berpengaruh terhadap sistem kesetimbangan reservoir gas yang akan diproduksikan dari JTB,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Imam Solikhin berharap agar pihak operator lapangan Tiung Biru memberikan kepastian kepada warga sekitar, di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro terkait pengaktifan kembali produksi sumur Tiung Biru.

“Sebelumnya warga di Desa Kalisumber, Malingmati, Tambakrejo, dan sekitarnya ini sudah mendapat sosialisasi akan ada pengembangan sumur Tiung Biru, tapi sampai sekarang belum ada progres apa-apa,” ujarnya, pada Senin (9/3/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, mengaku bahwa sejumlah warga di sekitar lokasi sumur Tiung Biru sebelumnya juga sudah mendapat pemberitahuan beberapa lahan milik warga akan dibeli untuk pembebasan lahan pengembangan sumur. “Warga sudah berharap ada pengaktifan sumur Tiung Biru,” terangnya.

Sebelumnya pada 2012 lalu, Pertamina EP berhasil menemukan minyak dan gas (Migas) dari kegiatan eksplorasi struktur Tiung Biru sebesar 2.546 barel per hari (BOPD) dan 2,75 mmscfd. Sumur migas Tiung Biru itu mulai tidak diaktifkan pada 2018 lalu. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar