Berita Migas

Penanaman Pipa Pertagas Butuh Waktu Lama Karena Menyesuaikan RTRW Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses penanaman jaringan pipa gas dari Bojonegoro ke Tuban yang dilakukan PT Pertamina Gas (Pertagas) masih berlangsung panjang. Sebab, salah satu persyaratan yang harus dilalui adalah menyesuaikan lokasi penanaman pipa dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro, Gunardi mengatakan PT Pertagas saat ini masih memproses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan pipa gas dari Kabupaten Bojonegoro ke Kabupaten Tuban. “Masih poses terus,” katanya, Minggu (8/3/2020).

Dalam penanaman pipa yang akan digunakan untuk mengalirkan gas dari pipa induk yakni tranmisi Gresik – Semarang ke Tuban tersebut status tanahnya harus jelas. Status tanah dalam pemanfaatan penanaman pipa gas sangat diperlukan, agar tidak ada masalah dikemudian hari terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Dalam pelaksanaannya nanti, DPMPTSP akan melihat terlebih dahulu peta penanaman pipa tersebut apakah nanti melewati tanah milik warga, atau milik aset pemkab, desa atau Perhutani,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pertagas berencana membangun pipa yang menyambungkan gas dari transmisi gas Gresik – Semarang ke Lapangan KedungLengo, Kabupaten Tuban. Gas tersebut rencananya akan digunakan untuk jaringan rumah tangga.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 26 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2011 – 2031 disebutkan dalam Pasal 13, yakni pengembangan jaringan pipa minyak dan gas bumi meliputi;

a. Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro – Desa Kalirejo Kecamatan Bojonegoro – Desa Mudi Kecamatan Soko Kabupaten Tuban;

b. Desa Gayam Kecamatan Ngasem (Sekarang Kecamatan Gayam) – Desa Jelu Kecamatan Ngasem – Desa Ngulanan Kecamatan Dander – Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander – Desa Jetak Kecamatan Bojonegoro – Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander – Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro – Desa Sembung Kecamatan Kapas – Desa Wedi Kecamatan Kapas – Desa Ngampel Kecamatan Kapas – Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro – Desa
Kalirejo Kecamatan Bojonegoro; dan

c. Blora – Bojonegoro – Lamongan – Gresik pada sempadan jalur Kereta api. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar