Berita Migas

Penambang Sumur Tradisional Diimbau Tetap Waspada dan Tidak Keluar Daerah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Para penambang minyak tradisional di Sumur Tua, Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro diimbau untuk menerapkan sosial distance setelah merebaknya Virus Corona atau Covid-19.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang mengelola sumur tua menerapkan sistem sosial distance agar para pekerja tambang tidak terpapar virus corona.

Manager Operasional PT BBS, Ali Imron mengungkapkan, para penambang sumur tua harus menjalankan prosedur tetap (protap) yang diberikan perusahaan. “Kita sudah melakukan sosialisasi pencegahan Virus Covid-19 ini,” ujarnya, Jumat (27/3/2020).

Menurutnya, dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan, semua penambang telah bekerja sesuai arahan dan imbauan perusahaan. Termasuk tidak keluar kota, kecuali benar-benar penting. “Kondisi sekarang, kita memang harus mentaati aturan dari Pemerintah,” tandasnya.

Sehingga kondisi di lapangan saat ini bisa berjalan normal meski ditengah merebaknya wabah corona. Bahkan saat ini, kata Imron, jumlah produksi mengalami peningkatan. Jumlah produksi sumur tua yang dikelola PT BBS saat ini sebesar 304 barel oil per day (Bopd).

Meningkat dibanding bulan lalu yang hanya sebesar 254 Bopd. “Saat ini produksi rata-rata 304 Bopd, naik dari sebelumny 254 Bopd,” pungkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar