Berita Migas

Pemkab Bojonegoro Akan Kaji Potensi Gas Flare Lapangan Sukowati

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan mengkaji keberadaan gas flare di Lapangan Sukowati, yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati. Gas flare tersebut diharapkan bisa dikelola untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang kami melakukan kajian untuk membentuk BUMD yang akan mengelola peluang usaha termasuk keberadaan gas dari Lapangan Sukowati,” kata Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono, Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, keberadaan Lapangan Migas yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field seharusnya memberikan sisa gasnya kepada pemkab setempat, selain dari sektor Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Gas Flare di lapangan Sukowati kini dikelola oleh PT Gazuma di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

“Bersama bupati dan SKK Migas, kami membahas keberadaan PT Gazuma di Tuban, padahal mulut sumurnya ada di Bojonegoro kenapa gasnya di Tuban. Kalau bisa ya Bojonegoro yang mengelolanya,” tandasnya.

Untuk itu, Pemkab Bojonegoro berupaya mendapatkan peluang mengelola gas suar bakar. Pihaknya juga mempersiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola gas yang dihasilkan dari sumur minyak di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mempersilahkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, untuk mengelola gas suar yang dihasilkan dari kegiatan industri Lapangan Sukowati oleh Pertamina EP Aset 4 Sukowati Field.

“Silahkan saja, bisa diajukan ke bagian komersialisasi SKK Migas,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Doni Ariyanto. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar