Berita Migas

Partisipasi Gender dalam Kegiatan Ekstraktif Masih Rendah

Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Masyarakat Sipil dalam Extractive Industries Transparency Initiatives (EITI) Indonesia Ermy Ardhyanti, menyampaikan kesetaraan dan keadilan gender sudah seharusnya menjadi arus utama sepanjang rantai bisnis industri ekstraktif, baik ada maupun tidak ada inisiatif EITI.

“Bukan hanya soal data terpilah maupun ketenagakerjaan saja. Keadilan gender harus melampaui itu,” ujarnya sesuai dengan rilis pertemuan Dewan EITI Internasional ke-42 yang diselenggarakan di Kyev, Ukraina pada 28 Februari 2019.

Menurut Ermy, peran dan relasi gender dalam industri ekstraktif tidak seimbang, perempuan dan anak cenderung menerima lebih banyak dampak negatif dibandingkan laki-laki dari aktivitas pertambangan di Indonesia. Salah satunya, kasus Kendeng, maupun Lubang Tambang di Kalimantan, yang paling terdampak adalah perempuan dan anak.

Ermi menambahkan, akses dan kontrol terhadap sumber daya, misalnya hak atas properti dan sumber daya alam, perempuan pada posisi makin marginal sehingga berakibat pada rendahnya kesejahteraan. Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan ekstraktif masih berada pada level terendah.

“Keamanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak pada daerah tambang juga masih lemah,” jelas Ermy, Selasa (12/3/2019). [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar