Berita Migas

Operator JTB Minta Pengiriman Peralatan Besar Dipercepat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengembangan lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) PT Pertamina EP Cepu (PEPC), beserta kontraktor EPC konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind), JGC serta JGC Indonesia meminta agar pengiriman peralatan besar dipercepat.

Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan mengungkapkan, saat ini, hampir seluruh pekerjaan engineering telah selesai. Sedangkan progress procurement sudah mencapai lebih dari 63 persen, dimana semua long-lead equipment sedang dalam proses fabrikasi.

PEPC dan REKIND telah melakukan upaya kepada pabrikan SAU untuk mempercepat delivery schedule dari semula 16 bulan menjadi 12 bulan. Fabrikasi Acid Gas Incinerator (AGI) sedang berlangsung, sedangkan fabrikasi absorber sebagian sudah selesai dan sudah berada di site.

Pengiriman Long Lead Material seperti Gas Turbine Compressor akan dilakukan dalam tiga tahap. Gas Turbine Compressor tahap pertama akan tiba di Indonesia pada Kamis (19/03), tahap kedua pada April 2020, dan tahap ketiga pada akhir Mei 2020.

Saat ini di site sedang dilakukan penyambungan absorber yang berukuran 60m x 3,8m dan diharapkan bulan April 2020 sudah akan dilakukan erection. Pekerjaan konstruksi terbesar yaitu pengerjaan pipe rack sudah mencapai 50,2 persen dan akan selesai pada April 2020.

Dengan demikian, PEPC dan REKIND optimis bahwa Proyek JTB dapat on-stream secara tepat waktu. “Saya sangat happy dengan pencapaian kinerja PEPC dan Konsorsium REKIND-JGC-JGC Indonesia selama ini. Ini membuktikan kesungguhan dan kerja keras serta komitmen yang tinggi dari seluruh tim dalam memberikan kontribusi yang nyata bagi proyek dan perusahaan,” ujar Jamsaton.

Jamsaton Nababan yakin bahwa di tahun 2020 PEPC dan REKIND akan bekerja sama lebih baik guna menjawab tantangan demi penyelesaian proyek JTB. Proyek bernilai US$ 1,53 miliar ini akan menghasilkan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD yang disalurkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang.

Optimasi desain melalui perubahan teknologi pada unit GPF menghasilkan potensi tambahan produksi hingga 20 MMSCFD, sehingga terdapat peningkatan produksi penjualan sales gas dari 172 menjadi 192 MMSCFD.

“Tidak lupa terima kasih kami sampaikan kepada SKK Migas, Pemkab Bojonegoro, dan seluruh stakeholder yang selalu mendampingi dan berkontribusi demi keberhasilan Proyek JTB ini,” ujar Jamsaton menyampaikan apresiasinya.

Sementara Direktur Utama REKIND, Yanuar Budinorman mengungkapkan, untuk mengejar target on stream, PEPC dan REKIND melakukan koordinasi secara intensif dengan vendor-vendor terkait sebagai upaya menjaga delivery equipment dan material tidak mempengaruhi target gas on-stream Juli 2021, antara lain menggunakan resident inspector yang ada di luar negeri untuk mengawasi fabrikasi.

“Pelaksanaan pembangunan Proyek JTB sebagai Proyek Strategis Nasional merupakan amanat yang tidak mudah, namun demikian, sejak Pemancangan Perdana EPC GPF JTB pada 4 Januari 2019, REKIND berkomitmen untuk selalu menunjukkan profesionalisme dan kinerja terbaik. Dengan kolaborasi yang solid bersama PEPC, REKIND optimis target on-stream Juli 2021 dapat dicapai,” tegas Yanuar Budinorman. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar