Iklan Banner Sukun
Berita Migas

Laut Semare, Semula Tempat Bersandar Kapal Kini Tempat Wisata Kekinian

Surabaya (beritajatim.com) – Ditengah pandemi geliat desa wisata tetap meriah. Salah satunya Desa Semare Pasuruan yang menjual keindahan laut melalui Café Laut Semare (CLS).

Sejak Maret 2021 hingga kini omset mereka sudah Rp 100 juta. Bukan perputaran uang yang sedikit untuk sebuah desa yang kehidupan warganya mayoritas nelayan itu. Kini selain melaut, warga punya alternatif pekerjaan lainnya yakni mengelola wisata kuliner di CLS.
Menurut M Samian, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) “Semare Mandiri Sejahtera” ekonomi di desa mereka kini mulai maju. Bahkan anak-anak yang dulu banyak yang putus sekolah kini bersemangat lagi. Sebab mereka mulai punya harapan baru, bahwa kehidupan mereka tak hanya sekadar menjadi nelayan.

“Kami mulai sadar bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) itu ternyata sangat penting untuk masa depan kami. Jika dulu warga banyak yang tak begitu suka ke sekolah. Kini anak-anak kami wajibkan harus menuntut ilmu menjadi penerus desa wisata ini kedepannya,” ungkap M Samian, melalui webinar yang digelar SKK Migas, Jumat (15/10/2021).

Namun kehadiran desa wisata CLS bukan semata hadir begitu saja, ada kerja keras tim Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas yang berhasil mengubah mainset masyarakat Semare Pasuruan hingga memberikan mereka fasilitas pendukung menjadi desa wisata.

Tak bisa dipungkiri, sebelum SKK Migas dan HCML melakukan program pemberdayaan, Semare merupakan tempat bersandarnya perahu para nelayan setempat. Banyak warga desa yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan yang belum menyadari potensi wisata di daerahnya.

Kesadaran itu akhirnya mulai muncul melalui pelatihan bagi kelompok sadar wisata (POKDARWIS) di Semare yang dilakukan HCML. Hingga akhirnya Café Laut Semare lahir pada 2019 dan kini merambah menjadi penyedia jasa pariwisata, seperti misalnya melihat aktivitas nelayan sekitar dan juga melihat pembuatan kapal.

HCML terus memfasilitasi peningkatan kapasitas manajerial di tim manajemen Café Laut Semare seiring dengan target Pemerintah Desa Semare dan BUMDesa untuk terus melakukan berbagai terobosan agar dapat mengembangkan café tersebut menjadi lumbung peningkatan perekonomian masyarakat desa setempat.

“Ini semua berkat edukasi yang diberikan HCML dan juga kami belajar banyak dari apa yang telah diberikan oleh HCML kepada kami. Sebelumnya, Desa Semare hanya tempat bersandar perahu nelayan dan memiliki citra negatif yakni dikenal sebagai desa tawuran. Namun, sejak dibina HCML perekonomian desa meningkat karena melahirkan sentra ekonomi baru seperti usaha kuliner, dan kini menjadi destinasi wisata dengan hamparan hutan bakau,” jelas Abdul Rochman, Ketua Unit Café Laut Semare (CLS).

Hal ini dalah satu upaya SKK Migas mendorong peningkatan peran industri nasional dan lokal pada seluruh pelaksanaan industri hulu migas demi terciptanya efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional dan daerah.

Salah satunya dengan meningkatkan implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan mensosialisasikan pengembangan kapasitas nasional industri migas untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030.

Kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas, tetapi juga pada masyarakat melalui dampak tak langsung atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar