Berita Migas

Kreativitas Hadapi Kondisi, UKM Jocce Batal Rumahkan Karyawan

Surabaya (beritajatim.com) – Merebaknya wabah Covid-19 memberikan dampak tidak hanya di bidang kesehatan, namun juga di bidang ekonomi masyarakat. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk yang terkena imbas karena berkurangnya aktivitas ekonomi, sehingga pendapatannya menurun.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ali dan Chaulah, pemilik usaha Jocce, pengrajin sepatu dan tas kulit dari Sidoarjo. “Di saat Pandemi Corona ini secara umum kami terdampak baik dari produksi maupun penjualan. Kami bahkan menutup sementara cabang kami yang berada di Semarang,” ujar Ali.

Dihadapkan dengan kondisi yang tidak pasti, namun di sisi lain ada tuntutan untuk selalu memutar roda ekonomi demi kehidupan masing-masing, membuat mereka akhirnya menambah lini usahanya dengan memproduksi masker kain. Sejak pertengahan Maret lalu, masker kain produksi Jocce menjadi solusi juga bagi masyarakat untuk mematuhi anjuran Pemerintah. Berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, selaku BUMN pembina, lini usaha tambahan ini pun mulai dijalankan.

Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menyampaikan, Pertamina mencoba menawarkan solusi terhadap kebutuhan keberlangsungan industri UMKM dan sekaligus menjawab permasalahan akan tingginya permintaan APD dan masker kain yang berbanding terbalik dengan minimnya ketersediaan di pasaran.

“Kami memesan bantuan APD dan masker kain ini dari UMKM binaan Program CSR dan Program Kemitraan, dengan harapan dapat memberdayakan UMKM yang juga terdampak secara ekonomi selama wabah COVID-19 ini. UMKM yang sebelumnya bergerak di bidang konveksi, kami ajak untuk ikut berperan dalam penanganan penyebaran COVID-19,” kata Rustam.

Kelayakan Alat Pelindung Diri berupa baju hazmat hasil produksi UMKM ini pun telah dikonsultasikan dengan bahan dan desainnya dengan Fungsi Medical. Begitu juga pembuatan masker kain yang dibuat 2 (dua) lapis sesuai rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sehingga dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh protokol kesehatan.

Ali menyampaikan bahwa sebelum adanya permintaan dari Pertamina untuk mulai mencoba memproduksi APD, ia sudah mempersiapkan skenario terburuk dengan merumahkan para pekerjanya dan mengembalikan ke kampung halamannya masing-masing. “Karena sudah hampir tidak mungkin lagi untuk berjualan, sehingga sepintas sudah mulai memikirkan rencana tersebut,” ceritanya.

Namun, niat itu ia urungkan karena adanya pesanan masker kain, salah satunya dari Pertamina. “Alhamdulillah, dibantu oleh pihak Pertamina dengan adanya pesanan masker, yang sebenarnya juga bukan merupakan lini bisnis kami. Sehingga kami perlu belajar terlebih dahulu sebelum berani memproduksi secara massal,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa masker yang dibuat dapat mencapai 20.000 unit masker per bulannya. Disamping usaha tas kulit dan sepatu kulit yang digelutinya sedang melakukan rehat karena Pandemi COVID-19. Ia tidak hanya bertahan dengan beralih usaha sementara, namun meraih omzet yang lumayan.

“Dari hasil penjualan masker ini pula, saya bisa menggaji karyawan-karyawan disini dan tidak merumahkan mereka,” kata Ali. Bahkan dalam 2 (dua) bulan ini, omzet usaha UKM Jocce mencapai Rp 350 juta.

Masker-masker yang dihasilkan oleh Mitra Binaan Pertamina tersebut dibeli oleh Pertamina untuk dibagikan ke masyarakat, melalui Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19. Rustam menyampaikan bahwa Pertamina selaku Badan Usaha Milik Negara telah mengambil peran lebih dari tugas utamanya untuk menyalurkan energi, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak dari wabah Covid-19. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar