Berita Migas

Komitmen Pertamina EP Jaga Lingkungan Cukup Kuat

Sejumlah jurnalis dari Tuban dan Bojonegoro mengikuti Media Gathering dengan Pertamina EP Asset 4

Semarang (beritajatim.com) – Sebagai perusahan yang bergerak dibidang pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) Pertamina EP Asset 4 berkomitmen dalam menjaga keseimbangan alam. Salah satu yang berusaha untuk terus dipenuhi dalam melakukan pengeboran yakni dengan selalu menjaga lingkungan baik melalui penanaman pohon maupun peduli lingkungan lainnya.

Public Relations Manager Pertamina EP Hermansyah Y Nasroen mengatakan, komitmen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina EP terhadap lingkungan cukup tinggi. Selain dari sisi lingkungan, yang menjadi program prioritas dalam program corporate social responsibility (CSR) adalah pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Terlepas dari program prioritas itu juga yang menjadi penting adalah pemberian CSR dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan sosial budaya,” ujarnya dalam memberi paparan saat kegiatan Media Gathering bersama dengan sejumlah media dari perwakilan Tuban dan Bojonegoro, di Semarang, Senin (16/9/2019).

Pertamina EP Asset 4 merupakan perusahaan energi yang terintegrasi Hulu hingga Hilir. Sebagai anak perusahaan Pertamina (Persero) mengelola wilayah kerja hulu migas dari ujung Aceh sampai Papua Barat, dengan lima Asset, 22 field. “Luas wilayah operasi 113.629 km, 155 kabupaten di seluruh Indonesia, dan melibatkan 3.275 sumber daya manusia,” ungkapnya.

Performance Pertamina EP, produksi minyak sebesar 82.327 barel per hari, produksi gas sebanyak 966 MMSCFD, dan migas 249 MBOEPD. “Jumlah produksi tersebut menempati urutan ketiga di Indonesia,” jelasnya.

Beberapa program CSR unggulan Pertamina EP adalah Sekolah Tapal Batas, di Tarakan. Program tersebut membawa Tarakan mendapat Proper Emas. Sedangkan di bidang kesehatan, salah satunya di Subang, Pertamina EP membentuk kelompok yang peduli dengan penderita HIV/Aids dengan membantu memudahkan akses sumber obat untuk penderita HIV/Aids.

“Kalau di bidang lingkungan membentuk pola pikir masyarakat di sekitar Gunung Puntang, Jawa Barat untuk melakukan konservasi keragaman hayati. Masyarakat sekitar yang awalnya memburu Owa Jawa sekarang mulai berkurang dan beralih menjadi petani kopi. Di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro juga ada penangkaran rusa jawa,” ungkapnya.

Program CSR ini ada sebanyak 260 program unggulan, dengan 686 ribu penerima manfaat, dan 303 desa, 48 kabupaten, dan 14 provinsi. “Berbagai penghargaan diperoleh Pertamina EP. Ada 22 field yang memiliki CSR tidak hanya satu bidang. Termasuk kontribusi dari media, dengan program satu hari minimal mengeluarkan satu rilis,” pungkasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar