Berita Migas

Ketua DPRD Bojonegoro Harap ada Kepastian Pengembangan Lapangan Tiung Biru

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Imam Solikhin berharap agar pihak operator lapangan Tiung Biru memberikan kepastian kepada warga sekitar Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Dia mengapresiasi kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP Cepu (PEPC) yang mengembangkan lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Namun, hal itu dirasa timpang karena sumur-sumur minyak dan gas (Migas) Tiung Biru justru ditutup.

“Sebelumnya warga di Desa Kalisumber, Malingmati, Tambakrejo, dan sekitarnya ini sudah mendapat sosialisasi akan ada pengembangan sumur Tiung Biru, tapi sampai sekarang belum ada progres apa-apa,” ujarnya, Senin (9/3/2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku bahwa sejumlah warga di sekitar lokasi sumur Tiung Biru sebelumnya juga sudah mendapat pemberitahuan beberapa lahan milik warga akan dibeli untuk pembebasan lahan pengembangan sumur.

“Warga sudah berharap ada pengaktifan sumur Tiung Biru,” terangnya.

Sebelumnya pada 2012 lalu, Pertamina EP berhasil menemukan minyak dan gas (Migas) dari kegiatan eksplorasi struktur Tiung Biru sebesar 2.546 barel per hari (BOPD) dan 2,75 mmscfd. Sumur migas Tiung Biru itu mulai tidak diaktifkan pada 2018 lalu. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar