Berita Migas

Kendalikan Covid-19, PGN Saka Bantu 1.000 Rapid Test dan 50 APD

Gresik (beritajatim.com) – Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PGN Saka blok Pangkah, Gresik membantu 1.000 rapid test dan 50 paket alat pelindung diri (APD) yang disalurkan di Puskesmas Ujungpangkah.

Bantuan ribuan rapid test, dan 50 APD itu dalam rangka turut serta mengendalikan penyebaran virus Covid-19 yang hingga saat ini tren penambahannya terus meningkat.

Kepala Puskesmas Ujungpangkah dr. Puspitasari menuturkan, sampai saat ini Kabupaten Gresik menempati urutan ketiga setelah Sidoarjo dan Kota Surabaya dalam kasus Covid-19. “Berdasarkan data ada 534 pasien yang terpapar positif Covid-19. Dari jumlah itu, 402 orang masih menjalani perawatan dan 77 orang sudah dinyatakan sembuh. Sehingga, betul-betul harus kerja ekstra keras mengendalikan virus ini,” tuturnya, Kamis (25/06/2020).

Masih kata Puspitasari, di Kecamatan Ujungpangkah ada dua puskesmas yang melayani masyarakat. Sedangkan warga yang terkonfirmasi positif ada tiga orang. Satu dari warga Desa Ngimboh sewaktu ditracing keluarganya berasal dari Sampang. “Saat ini ada 15 orang yang menjalani rapid test dimana alat medis tersebut dibantu dari PGN Saka,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PGN Saka Khostarosa Andhika Jaya mengatakan, terkait dengan penyebaran Covid-19. Perusahannya ingin terus berkontribusi di daerah operasi. Jadi sewaktu pertama ada pandemi Covid-19 menjadi pandemi global. PGN Saka turut serta meringankan masyarakat baik itu memberi bantuan rapid test, APD maupun sembako.

“Total ada Rp 600 juta dana bantuan yang kami gelontorkan berupa alat medis rapid test dan APD yang didistribusikan ke 7 desa di daerah operasi. Sedangkan untuk sembako dananya mencapai Rp 270 hingga Rp 300 juta. Bantuan ini tidak hanya di Gresik tapi juga secara nasional,” ungkapnya.

Wabup Gresik M.Qosim menyatakan berangkat dari bantuan di Puskesmas Ujungpangkah ini. Penyebaran Covid-19 bisa melandai. Sebab, sampai sekarang Kabupaten Gresik tingkat penyebaran covid cenderung terus meningkat.

“Harapannya dengan adanya bantuan rapid test tersebut bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Pasalnya, untuk sekali rapid test biaya bisa mencapai Rp 250 ribu lebih,” tandasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar