Berita Migas

Kelola Sumur Tua, PT BBS Beberkan Kendala Pemboran Tradisional

Salah satu sumur minyak tua Wonocolo, di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro sedang diproduksi oleh para penambang.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang mengelola sumur minyak tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, membeberkan beberapa kendala pemboran yang dilakukan secara tradisional.

Plt Direktur Utama PT BBS, Ali Imron mengatakan, kendala yang terjadi di lapangan yakni beberapa sumur mengalami trouble dan sudah berhenti produksi. Hal ini karena usia sumur minyak yang ditambang secara tradisional itu usianya sudah puluhan tahun berproduksi.

“Di lapangan saat ini juga terdapat kegiatan penyulingan, sehingga mengurangi produksi yang seharusnya semua bisa dikirim ke PT Pertamina,” ujarnya, Selasa (7/1/2020).

Dari sebanyak 493 sumur yang berproduksi, PT BBS selama 2019 lalu bisa menyetor 79.567,27 barel atau 12.650.165,55 liter. Dengan produksi rata-rata 235,73 barel oil per day (BOPD). “Target produksi dievaluasi setiap tiga bulan karena pengelolaan sumur tua menggunakan peralatan tradisional dan tidak ada data seismik,” katanya.

Mantan Manager Operasional PT BBS mengungkapkan, meski dengan cara tradisional, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah produksi. Salah satunya dengan cara, reaktifasi dan well service sumur yang mengalami trouble, treatment produksi ditingkatkan dan melakukan sosialisasi kepada penambang.

Sosialisasi tersebut, lanjut dia, bahwa setiap hasil produksi sumur tua yang diterima PT BBS terdapat hak dari penambang dan masyarakat dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu juga pemberian APD bagi penambang yang mengirim melalui BBS.

“Ada juga penyaluran dana desa, termasuk pengelolaan lingkungan yang saat ini terus kita tingkatkan termasuk program penanam 1000 Pohon bekerjasama dengan TTM,” jelasnya.

Imron bersyukur dengan capaian produksi 2019 ini karena PT Pertamina Asset 4 Field Cepu sebagai pemilik wilayah pertambangan yang banyak membimbing dan memberikan dukungan selama mengelola sumur tua, serta pimpinan Muspika termasuk Camat dan Kepala Desa yang banyak memberikan masukan.

Khusunya penyaluran CSR untuk desa, tokoh masyarakat, Kelompok Penambang yang memberikan kepercayaan kepada PT BBS dan pengirim minyak yang selalu semangat dalam memberikan kiriman yang terbaik dalam setiap kondisi. “Semoga kedepan PT BBS bisa terus memberikan yang terbaik dan lebih produktif,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar