Berita Migas

Jumlah TKA di Proyek Migas, Disperinaker Bojonegoro Masih Pakai Data 2019

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro masih menggunakan data 2019 untuk mengetahui jumlah pekerja asing di proyek minyak dan gas bumi (migas) yang melakukan eksplorasi di wilyah setempat.

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto mengatakan dari data yang ada di instansinya, jumlah tenaga kerja asing di Bojonegoro sebanyak 97 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan pada 2019 lalu. Sedangkan 2020 belum ada pendataan ulang.

Para pekerja asing itu, kata Agus Supriyanto, sifatnya tidak tinggal tetap, namun keluar masuk sesuai jadwal kerja. “Para pekerja asing ini keluar masuk ke Bojonegoro. Ada yang jadwalnya hanya seminggu, lima hari pulang, suatu saat datang lagi,” ujarnya menerangkan, Senin (9/3/2020).

Dari jumlah 97 orang, sebagian besar mereka bekerja di Proyek Migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Anak perusahaan asal Amerika Serikat itu mempekerjakan tenaga asing di Bojonegoro sebanyak 90 orang.

Tenaga kerja asing itu berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman, dan India. Sedangkan sisanya, tujuh tenaga kerja asing dari China dan Taiwan bekerja di PT Shou Fong Lastindo, pabrik sepatu yang ada di Jalan Raya Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.

Sementara terkait dengan pengawasan orang asing terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19) dari negara terjangkit, Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Rexy Mawardijaya mengatakan, terus melakukan pemantauan perkembangan situasi terkini, termasuk dari otoritas terkait.

“Kami memiliki tahapan proses dalam merespon wabah penyakit menular. Fokus kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan para pekerja,” ungkap Rexy. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar