Iklan Banner Sukun
Berita Migas

Indika Energy Perkuat Komitmen Menuju Netral Karbon

Jakarta (beritajatim.com) – PT Indika Energy Tbk. menggelar INDY Fest 2021 – festival virtual yang membahas tentang isu perubahan iklim dan komitmen bersama untuk mencapai netral karbon. Upaya kolaboratif seluruh pihak untuk berperan aktif dalam mengakselerasi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim menjadi kunci.

Mengusung tema net-zero emissions, INDY Fest 2021 membahas persiapan akhir Indonesia menuju COP26, pembiayaan hijau untuk wujudkannet-zero emissions Indonesia, serta transisi energi untuk masa depan negeri. Dengan memperhatikan protokol kesehatan, acara ini disiarkan secara langsung melalui channel sosial media NET., yang baik secara fisik maupun virtual diantaranya dihadiri Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; dan Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Mewakili Indika Energy, INDY Fest 2021 juga dihadiri oleh Arsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy; Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy; Purbaja Pantja, Direktur Indika Energy bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya seperti Laksmi Dhewanthi, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Tiza Mafira, Associate Director Climate Policy Initiative; Enrico Hariantoro, Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK; Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri; dan Dannif Danusaputro, Direktur Utama Pertamina New Renewable Energy (NRE).

Dalam paparannya sebagai keynote speaker pada sesi pertama INDY Fest 2021, Luhut B. Pandjaitan menuturkan bahwa pemerintah selalu serius dalam mengendalikan perubahan iklim dan semua pihak memiliki peran untuk mengatasi perubahan iklim. “Bukan hanya memenuhi tren global, namun kita memenuhi mandat di UUD 45, dan sekaligus bertanggung jawab ke generasi mendatang. Oleh karenanya, kita tidak boleh salah dalam membuat kebijakan terkait perubahan iklim,” tutur Luhut.

Sementara itu Laksmi Dhewanthi menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan mixing policy melalui perangkat yang terintegrasi seperti edukasi dan literasi serta memfasilitasi perangkat-perangkatnya.

Hal senada juga dituturkan oleh Tiza Mafira yang melihat bahwa Indonesia perlu serius mengkomunikasikan dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pencapaian komitmen target net-zero emissions agar mendapatkan kepercayaan dan dukungan internasional. “Indonesia perlu jelas dan serius mengatakan bahwa kita siap mengatasi krisis iklim,” tutur Tiza.

Arsjad Rasjid menambahkan bahwa untuk mengatasi perubahan iklim ini tidak bisa dilakukan sendiri. Ini yang mendasari transisi Indika Energy dengan mengembangkan portofolio bisnisnya pada sektor non batubara sebagai upaya untuk mencapai net-zero emissions. “Indika Energy memiliki dua aspirasi besar yaitu mencapai net-zero emissions pada tahun 2050 dan meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor non batubara menjadi 50% pada tahun 2025,” tutur Arsjad.

Selain topik terkait perubahan iklim dan pembiayaan hijau, sesi ketiga INDY Fest 2021 membahas tentang transisi energi menuju masa depan berkelanjutan. Menurut Arifin Tasrif, kebutuhan masyarakat akan energi terus meningkat. “Peran swasta sangat penting. Kita harus mengoptimalkan sumber daya yang ada bersama-sama. Untuk mengakselerasi pengembangan energi terbarukan, kita menyiapkan regulasi seperti tarif untuk energi terbarukan. Kita perlu mewarisi generasi penerus kita dengan Indonesia yang sehat,” tutur Arifin.

Purbaja Pantja menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan energi bersih ke depannya dan peluang pengembangan energi terbarukan di Indonesia terbuka lebar. “Indika Energy kini turut mengembangkan penggunaan panel surya yang diproyeksi akan meningkat, selaras dengan fokus dunia menuju lingkungan berkelanjutan dan upaya dekarbonisasi,” tutur Purbaja. [hen/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar