Berita Migas

Gerakan Seribu Gawai di Sumenep, Maimuna Pertahankan Prestasi

Sumenep  (beritajatim.com) – “Latar belakang siswa kami sebagian besar nelayan kurang mampu. Oleh karena itu, sulit untuk membeli gawai untuk belajar anak-anaknya. Apalagi belakangan ini, cuaca buruk sehingga orangtua mereka sulit melaut dan mencari ikan,” ujar Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) An-Nur, Yahya, Senin (18/1/2020).

Yahya mengaku banyak siswanya mengalami kesulitan dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa Pandemi COVID-19. Kondisi ini seperti yang dialami siswanya, Maimuna, Kelas 11.

“Kendala saya saat PJJ tidak punya HP, jadi sulit mengikuti pelajaran,” ujar Maimuna usai menerima Gawai dari ‘Gerakan 1000 Gawai bagi Anak Negeri’ hasil donasi Pekerja & Manajemen Medco Grup, di Sumenep.

Maimuna terpilih sebagai penerima gawai di MA An-Nur karena prestasinya. “Maimuna mendapat gawai karena rajin belajar dan selalu ranking di kelas,” jelas Yahya. Selain MA An-Nur, beberapa madrasah lain juga mendapatkan bantuan tersebut, diantaranya: MTs Al-Hasan, MTs Toha Praktika dan MTs An- Waruddin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sumenep H. Juhedi dan Camat Gili Genting Abul Hasan yang hadir menyaksikan penyerahan 100 gawai yang diberikan oleh Medco Group melalui Medco Madura Offshore Pty. Ltd. bersyukur atas bantuan ini.

Pasalnya madrasah-madrasah di Sumenep sangat butuh gawai dan banyak siswa harus meminjam gawai ke tetangga atau saudara mereka agar dapat mengikuti PJJ.

Sementara VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mengatakan sebagai perusahaan yang beroperasi di Sumenep, Medco E&P menjadi bagian dari masyarakat.

“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pekerja dan Manajemen dalam upaya menghadapi
Pandemi dan berharap agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan. Semoga kita dapat melewati tantangan ini,”pungkas Arif. (*/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar