Berita Migas

Emil Dardak: Industri dan Migas Hasilkan Ekosistem yang Luar Biasa

Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan kombinasi industri dan migas yang terjadi di Jawa menghasilkan ekosistem yang luar biasa. Menurutnya, saat ini Jawa Timur memiliki cadangan minyak 264,1 jt barel dan 5.377 miliar meter kubik untuk gas dan baru diekplorasi setengahnya.

Jawa Timur, lanjutnya, memiliki potensi yang signifikan terhadap sumber daya minyak dan gas.

“Dimasa yang sulit ini tetap melakukan epklorasi melalui teknologi yang terus berkembang. Ibaratnya pengetahuan yang terus menyebar, kegiatan migas akan berdampak positif ke sektor lain. Pemda bukan hanya mengejar hasil, tapi juga ekosistem, bagaimana kegiatan migas menyebabkan ekosistem tumbuh, ” ujar Emil Dardak dalam diskusi panel acara Konvensi Migas Internasional yang berlangsung tanggal 2-4 Desember 2020.

Menurutnya, investasi yang masuk tidak membuat berjauhan dengan masyarakat tapi malah semakin mendekatkan kepada masyarakat karena adanya pemanfaatan sumber daya manusianya.

“Makanya kami ada akademi migas di Bojonegoro. Kita harapkan bisa membangun bangun ekosistem teknokrasi yang baik di sana,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan gas bumi yang dihasilkan banyak dimanfaatkan untuk perkembangan di kawasan industri.

“Jawa Timur secara de facto merupakan ekonomi terbesar ke 2 di Indonesia, dengan jumlah penduduk terbesar ke 2 mencapai dengan 42 juta, 1/6 ekonomi Indonesia juga ada di Jatim, 1/3 lifting migas Indonesia ada di Cepu. Kombinasi industri dan migas, keduanya menghasilkan ekosistem yang luar biasa.” Kata wagub Jawa Timur ini.

Menurutnya, ketersediaan gas bisa menjadi katalisator untuk pengembangan industri termasuk industri petrocemical yang derivatifnya sangat dibutuhkan di pharmaceutical untuk bisa mendorong industri hulu hilir di Jawa Timur.

sementara itu terkait isu participating interest (PI) proyek migas seperti yang tertuang dalam permen ESDM, Emil mengharapkan implementasi PI bisa di optimalkan. “Ini harus ada sense of belonging agar bisa dioptimalkan karena ada efek investasi pada daerah setempat. PI menjadi tanggung jawab pemda untuk dapat memberikan pembangunan yang fair pada daerah yang ada migas di wilayah Jatim,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua komisi VII DPR RI sugeng suparwoto mengatakan PI menjadi sebuah opsi yang menarik bila daerah memiliki dana karena kontaknya bussines to bussines, atau daerah bisa mengeluarkan bond untuk membiayai.

“Jika mengundang mitra kurang menarik, karena dalam migas ada proses yang panjang. Untuk keluar minyak bisa mencapai 4 tahun. Tapi dengan PI 10 persen jika tata kelola baik jadi menjadi menarik,” ujar sugeng.

Ia mencontohkan Blok Cepu dengan PI 10 persen, 45 exon persen, dan pertamina 45 persen. “PI dibagi 4 daerah yaitu Jatim, Bojonegoro, Blora dan Jawa Tengah. ini cepu disebut PI gotong royong. Masing-nasing mempunya tanggungjawab budget yang sama. Jika ada revenue masuk baik dari bagi hasir maupun dari cost recovery, masuk ke ke pertamina dan exxon, sementara PI harus bagi dengan daerah,” tandasnya.(*)



Apa Reaksi Anda?

Komentar