Iklan Banner Sukun
Berita Migas

Emil Dardak Ajak Pelaku Bisnis Hulu Migas Bantu Industri Kreatif

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengajak pelaku industri hulu minyak dan gas bumi untuk membangun masyarakat Jawa Timur, terutama sektor industri kreatif dan usaha mikro kecil menengah.

“Saya perhatikan program CSR (Corporate Social Responsibility Pertamina EP 4) bukan hanya meng-cover penanganan Covid-19 dan bencana alam, tapi juga lingkungan hidup seperti konservasi, bio diversity, pendidikan, program kesehatan seperti penanganan ibu menyusui, ibu hamil, balita, hingga ke peningkatan ekonomi seperti mendorong kapasitas ekonomi masyarakat lokal,” kata Emil, dalam acara Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang digelar secara daring, Kamis (24/6/2021).

Emil mengatakan, saat ini di tengah pandemi Covid, digitalisasi menjadi keniscayaan untuk siapa saja. “Kalau dulu orang bisa berjualan secara lokal, mengandalkan toko-toko setenmpat. Tapi ketika dia digital, persaingannya menjadi lebih luas, sehingga daya saingnya harus didorong,” katanya.


Industru kreatif dalam hal ini memiliki posisi penting. “Industri kreatif dalam hal ini bukan hanya sebagai produk akhir, tapi enabler atau fasilitator untuk pelaku UMKM. Mungkin pelaku UMKM merasa tidak mers urgen untuk berinvestasi dalam membuat konten digital, website, dan desain lebih baik, atau bahkan melakukan digital marketing atau periklanan digital,” kata Emil.

Emil mengajak pelaku industri migas agar meningkatkan belanja untuk industri kreatif dalam belanja komponen korpoorasi. “Kita tahu kebutuhan terhadap energi primer tetap ada. Kami berharap industri migas berkolaborasi dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM, termasuk dalam digitalisasi tadi,” katanya.

Emil mengatakan, di Jawa Timur, tercatat ada 800 ribu pelaku industri kecil yang memekerjakan dua juta tenaga kerja. Industri kecil ini memiliki modal di bawah Rp 1 miliar. Sementara industri menengah yang bermodal Rp 1 miliar -15 miliar yang memiliki sumbangsih 30 persen dari total tenaga kerja jatim berjumlah 23 ribu pengusaha. “Bayangkan kalau kita injeksi bantuan, maka 30 persen tenaga kerja di Jatim bisa mendapatkan support,” katanya.

Pemprov Jatim sudah memiliki program Millenial Job Center yang ditargetkan secara kumulatif sejak berdiri hingga tahun ini memiliki tiga ribu proyek transformasi digital untuk UMKM dan pelaku usaha di Jatim.

“Kita ingin menjawab realitas dunia kerja hari ini. Bahwa perusahaan saat ini tidak lagi jor-joran mencari pegawai, karena harus efisien dan menjadi ramping. Perusahaan yang memilih tetap di masa lalu, tetap gemuk organisasinya, tidak terlalu digital, akan kalah efisien dengan perusahaan yang bisa melakukan transformasi,” kata Emil. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev