Berita Migas

Dinas Perdagangan Wacanakan Bikin Kartu Penerima Elpiji 3 Kg

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro mewacanakan adanya kartu bagi masyarakat yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi. Hal ini salah satu upaya agar pemanfaatan elpiji 3 Kg tepat sasaran.

“Masih wacana, belum sampai tindak lanjut. Kami akan laporkan dulu ke bupati tentang ini,” ujar Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, Kamis (5/3/2020).

Sebab, sejauh ini penyebaran elpiji banyak yang masih tidak sesuai sasaran. Elpiji 3 Kg merupakan komoditas subsidi namun dijual bebas, belum ada pembatasan dan pengawasan sulit dilakukan. Akibatnya, volume elpiji 3 Kg meningkat setiap tahunnya.

“Kami terus melakukan pengawasan hingga ke masyarakat terkait hal di atas. Termasuk pengendalian harga di tingkat eceran,” tandasnya.

Sebelumnya dia juga mengungkapkan, jika pencabutan subsidi elpiji 3 Kg oleh pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah kabar hoaks alias tidak benar.

Hal ini telah disampaikan kepada masyarakat melalui semua agen elpiji, pangkalan, dan Penanggung Jawab Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Jadi, kami beberapa waktu lalu mengundang Agen LPG, Pangkalan, Penanggung Jawab SPBE, DPC Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) Wilayah Bojonegoro, dalam rangka pembinaan dan sosialisasi meluruskan kabar tersebut,” ungkapnya.

Dia mengatakan, terkait pendistribusian elpiji 3 Kg, (ketentuan harga sesuai HET) Pemerintah tidak mencabut subsidi, namun subsidi hanya diberikan kepada masyarakat yang berhak.

“Saat ini Pemerintah masih melakukan kajian transformasi subsidi elpiji tabung 3 Kg dari barang ke konsumen serta membenahi kekurangan,” pungkasnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar