Berita Migas

DBH Migas Triwulan Pertama Disalurkan ke Bojonegoro Senilai Rp 150 Miliar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendapat penyaluran triwulan pertama Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sebesar Rp 150 miliar. Pada tahun 2020 Pemkab Bojonegoro mentarget DBH Migas sebesar Rp 956 miliar.

“Kita sudah terima dana transfer DBH Migas triwulan pertama sebesar Rp 150 miliar,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti, Selasa (7/4/2020).

Target pendapatan DBH Migas pada 2020 menurut Ibnu, diyakini tidak mengalami penurunan. Bahkan, ada tambahan transfer dari Kementrian Keuangan meski kondisi harga minyak mentah dunia mengalami penurunan dari USD 50 per barel menjadi USD 30 per barel.

“Kita masih ada hitung-hitungan kurang salur dan lebih salur DBH Migas dengan Pemerintah Pusat. Jadi, masih optimis ada tambahan DBH Migas,” imbuhnya.

Apalagi, kata dia, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, telah berkirim surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan telah ada jawaban. Isi surat tersebut, Kemenkeu akan membayarkan sisa hutang dari DBH Migas yang belum disalurkan sebesar Rp 789 miliar.

“Jadi, ada hutang dari pemerintah pusat yang belum disalurkan ke Bojonegoro sebesar Rp 789 miliar dan memang sudah ada uangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya DPRD Kabupaten Bojonegoro juga telah merekomendasikan kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah untuk melakukan komunikasi aktif dengan Dirjen Keuangan dalam rangka menagih kekurangan DBH (Dana Bagi Hasil) di Tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap Program Kerja Unggulan Bupati harus tetap berjalan serta Penambahan Anggaran dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 mengingat tren wabah ini masih terus meningkat,” ujar Ketua DPRD Bojonegoro Imam Solikhin sesuai isi 40 rekomendasi DPRD Bojonegoro menanggapi nota pengantar LKPJ Bupati. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar