Berita Migas

Bojonegoro Institute Gelar Diskusi Pengelolaan Perticipating Interest Blok Cepu

Bojonegoro (beritajatim.com) – Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Bojonegoro Institute melakukan diskusi terkait dengan adanya pengelolaan dana Participating Interest (PI/Penyertaan Modal) Blok Cepu, Kamis (10/9/2020) di salah satu hotel di Bojonegoro.

Diskusi dihadiri multistakeholder, diantaranya dua perwakilan pemegang saham PI Blok Cepu, Pemkab Bojonegoro dan PT Surya Energi Raya (SER). Selain itu, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola PI Blok Cepu, serta perwakilan civil society.

Direktur Bojonegoro Institute Abdul Wahid Syaiful Huda mengatakan, pengelolaan PI di Bojonegoro menjadi perbincangan hangat masyarakat saat ini. Sebab, setelah 15 tahun kesepakatan berlalu publik tidak banyak tahu tentang pengelolaan PI selama ini. “Sehingga dengan adanya ruang diskusi ini, bisa membuka ruang gelap tersebut sehingga bisa lebih terang,” ujar AW, sapaan akrab Abdul Wahid Syaiful Huda.

Bahkan pada 2013 lalu, terdapat beberapa temuan BPK tentang pengelolaan PI Bojonegoro yang bermasalah. Yang terbaru, Pemkab Bojonegoro dengan PT SER terlibat polemik dan saling serang di media berkaitan penyelenggaran RUPS. Serta gugatan hukum dari perwakilan masyarakat, Agus Susanto Rismanto. “Hal ini semakin menambah daftar akumulasi permasalah pengelolaan PI Blok Cepu,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, dengan status Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah yang pertama pemberlakuan ketentuan PI bagi daerah penghasil migas, tentu saja pengelolaan PI Kabupaten Bojonegoro akan jadi preseden bagi daerah-daerah penghasil migas lainnya di Indoensia.

“Kabupaten Bojonegoro akan dipandang sebagai contoh baik atau contoh buruk pengelolaan PI. Karenanya, para pemangku kebijakan, stakeholders di daerah perlu memberikan perhatian dan effort yang serius agar pengelolaan PI di daerah ini jadi role model bagi daerah-daerah lain,” tegasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar