Iklan Banner Sukun
Berita Migas

Alasan Pertamina Pilih Website MyPertamina untuk Pembelian BBM Pertalite

Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) lewat Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading akan menerapkan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada masyarakat dengan melakukan pendaftaran di website MyPertamina.

Hal itu sesuai Peraturan BPH Migas No 06/2013 tentang penggunaan sistem teknologi IT dalam penyaluran BBM dapat dilakukan. Uji coba pendaftaran melalui website MyPertamina yakni subsiditepat.mypertamina.id dilakukan mulai 1 Juli 2022.

Pada tahap ini, pendaftaran fokus untuk melakukan pencocokan data antara yang didaftarkan oleh masyarakat dengan dokumen dan data kendaraan yang dimiliki. Setelah statusnya terdaftar, masyarakat akan mendapatkan QR Code Unik yang akan diterima melalui email atau notifikasi di website subsiditepat.mypertamina.id.

Untuk kemudahan masyarakat, QR Code bisa diprint out dan dibawa ke SPBU, sehingga tidak wajib mendownload aplikasi MyPertamina atau membawa handphone ke SPBU. “Mekanisme ini masih dikhususkan untuk kendaraan roda empat (mobil),” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, Kamis (30/6/2022).

Uji coba pendaftaran melalui MyPertamina itu akan dimulai pada 1 Juli hingga 30 Juli 2022. Pada masa pendaftaran dan transisi, masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite dan Solar. Namun, pihaknya mendorong masyarakat agar mendaftarkan kendaraan dan identitasnya.

“Kami juga tegaskan kembali, tidak wajib memiliki aplikasi MyPertamina, namun wajib mendaftar di website subsiditepat.mypertamina.id, dan ini khusus untuk kendaraan roda empat,” kata Irto sesuai rilis yang diterima jurnalis beritajatim.com.

Irto memastikan pelaksanaan pendaftaran melalui website bukan untuk menyulitkan masyarakat, namun untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi energi.

Pihaknya berharap, kedepan data tersebut bisa digunakan untuk menetapkan kebijakan energi bersama pemerintah serta dapat mencegah potensi terjadinya penyalahgunaan atau kasus penyelewengan BBM subsidi di lapangan.

“Tujuan pendataan ini tidak lain adalah untuk melindungi masyarakat rentan, memastikan subsidi energi yang tepat sasaran sehingga anggaran yang sudah dialokasikan Pemerintah benar-benar dinikmati yang berhak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai Kepmen ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 Pertalite ditetapkan sebagai BBM Penugasan oleh Pemerintah. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar