Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 125 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA secara resmi ditetapkan sebagai peserta didik baru Sekolah…
Penulis: Endra Dwiono
Hari pertama masuk SRMA 23 Pacitan diisi pemeriksaan kesehatan dan kebugaran sebelum siswa tinggal di asrama. Program ini bagian Sekolah Rakyat Prabowo.
Hari pertama tahun ajaran baru 2025/2026 menjadi momen penuh haru dan antusiasme bagi para orang tua di Ponorogo. Sejak pagi, sejumlah sekolah ramai dipadati anak-anak yang bersemangat
Rumah gaya Jawa di Sukorejo, Ponorogo, terbakar hebat akibat obat nyamuk bakar. Kerugian ditaksir Rp500 juta, Damkar imbau warga lebih waspada
Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,6 menggoyang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 10.25 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) bergerak merespons meluasnya hama wereng
Para petani padi di Ponorogo terus dirundung cemas. Serangan hama wereng yang meluas dan cepat menyebar membuat puluhan hektare sawah rusak, bahkan tak sedikit yang terancam gagal panen total. Di tengah situasi ini, para petani berharap pemerintah daerah, terutama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo segera hadir memberikan solusi konkret.
Fenomena memprihatinkan kembali terjadi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Ponorogo. Dari total 56 SMP Negeri (SMPN) yang ada, hanya 11 sekolah yang mampu memenuhi pagu siswa.
Puluhan petak sawah di Ponorogo rusak parah akibat serangan wereng. Banyak petani memilih pasrah karena biaya perawatan lebih tinggi dari potensi panen.
Nasib nahas dialami Sri Indriyastuti (69), warga Dusun Bulu, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Saat hendak pulang dari masjid, ia tertabrak truk bernomor polisi AD 8797 VM yang dikemudikan Nanang Bartim Nano K (29), warga Dusun Krajan, Desa Ngadirejan.








