Advertorial

Wujudkan Rumah Layak Huni, Wali Kota Mojokerto Salurkan Program Bantuan Rumah Swadaya

Caption : Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyalurkan BRS kepada perwakilan penerima secara simbolis di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) terus diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, untuk mewujudkan rumah layak huni sekaligus nyaman bagi masyarakat. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyalurkan BRS kepada perwakilan penerima secara simbolis di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (16/9/2021).

Didampingi Pimpinan Bank Jatim Cabang Mojokerto, Eko Yudi Prastowo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP) Mashudi, Camat Prajurit Kulon, Mochamad Hekamarta Fanani dan Camat Kranggan, Rachmi Widjajati, Wali Kota menyalurkan bantuan kepada 30 perwakilan dari 140 penerima secara simbolis.

Sebanyak 140 penerima tersebut berasal dari Kecamatan Prajurit Kulon sebanyak 95 orang, Kecamatan Kranggan 9 orang dan Kecamatan Magersari 36 orang. Tahun 2021 ini, Pemkot Mojokerto telah mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bedah rumah sebanyak 90 unit dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk 50 unit.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan bedah rumah atau rumah swadaya, penerima bantuan akan mendapati pendampingan dari Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk memberikan saran teknis serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), terhadap bangunan yang akan direhab. Dengan harapan, melalui BRS ini masyarakat dapat memperoleh rumah layak huni dan nyaman.

“Akhir tahun kan biasanya masuk musim hujan, sehingga pengerjaannya sengaja kita kebut agar nantinya tidak molor terkendala hujan. Kita terus berupaya menciptakan lingkungan pemukiman Kota Mojokerto yang bersih dan sehat agar masyarakatnya juga sehat. Karena lingkungan yang kumuh bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya,” ungkapnya.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), selain program bedah rumah, Kota Mojokerto juga memiliki program lain yang berkaitan dengan peningkatan pola hidup bersih dan sehat warga. Diantaranya program Ipal Komunal atau pembangunan jamban di masing-masing kelurahan yang diperuntukkan bagi 70 kepala keluarga, program septic komunal untuk 39 keluarga dan program jamban keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto, Mashudi mengatakan, dari jumlah 90 penerima bantuan yang bersumber dari DAK pencairan tahap pertama sejumlah 23 penerima telah progres fisik 100 persen. “Sementara yang bersumber dari DAU, ada sebanyak 9 penerima bantuan di Kecamatan Kranggan sudah progres fisik sebesar 50 persen,” jelasnya.

Di Kecamatan Prajurit Kulon, tiga rumah sudah progres fisik 100 persen, lima rumah mencapai progres 60 persen dan tiga rumah sedang dalam proses pengerjaan. Di Kecamatan Magersari, pencairan tahap pertama sejumlah 10 penerima bantuan, empat rumah telah progres fisik 100 persen, empat rumah 50 persen dan sisanya dua rumah sedang dalam proses pengerjaan.

“Dalam pelaksanaan kegiatan bantuan rumah swadaya, penerima bantuan didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Keberadaan mereka untuk memberikan saran teknis dan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) terhadap bangunan yang akan di rehab,” tegasnya. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar