Advertorial

Wujudkan Indonesia Emas 2024, Pemkot Mojokerto Komitmen Zero Stunting

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, DPRD, Forkopimda, sejumlah organisasi masyarakat serta swasta melakukan deklarasi komitmen mewujudkan Indonesia emas 2024 Zero Stunting. Deklarasi berlangsung dalam forum Rembug Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, bahwa deklarasi tersebut mengandung konsekuensi. Bahwa komitmen dan berkolaborasi tidak hanya dari unsur pemerintah, namun seluruh stakeholder dan masyarakat. Masing-masing memiliki andil untuk mengupayakan percepatan penurunan stunting sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Ini tentu akan dituangkan dalam bentuk sebuah rencana aksi bersama-sama yang di break down berdasarkan tugas dan fungsi kita masing-masing. Apa, siapa, harus berbuat apa dalam hal ini. Ini disebut sebagai sebuah program keroyokan,” ungkap sosok yang akrab disapa Ning Ita ini, Rabu (20/7/2022).

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini meyakini bahwa hal tersebut akan membuat tujuan lebih cepat tercapai dari pada dilakukan masing-masing. Di tahun 2021, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Mojokerto berada di angka 6,9. Angka tersebut merupakan terendah di Jawa Timur dan ke-2 di tingkat nasional.

“Namun kita tidak berpuas hati terhadap hasil tersebut. Mengingat zero stunting adalah program nasional yang harus dicapai di seluruh daerah di Indonesia. Kota Mojokerto ingin bercita-cita menjadi daerah yang bisa mendukung menyukseskan program nasional yaitu mewujudkan SDM yang berkualitas, demi cita-cita nasional Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto, dr Triastutik Sri Prastini, Sp.A mengatakan, jika kebutuhan gizi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. “Terutama dalam 1.000 HPK (hari pertama kehidupan). Mengingat masa tersebut adalah masa emas yang menentukan tumbuh kembang anak kedepannya secara signifikan,” ujarnya.

Dalam Rembug Stunting kali ini, menghadirkan narasumber dari tenaga ahli Pool Iney LGCB-ASR (Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction) Regional III Kemendagri dengan narasumber pendamping Wakil Ketua 1 DPRD Kota Mojokerto Sony Basuki Rararjo, Kepala Bappedalitbang Agung Moeldjono S dan Kepala DinkesP2KB Kota Mojokerto dr Triastuti Sri Prastini, Sp.A. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar