Advertorial

Wali Kota Mojokerto Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

Caption : Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima Penghargaan MKK dari Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) di salah satu hotel di Medan. [Foto : ist]

Medan (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penghargaan tersebut disematkan Kepala Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dalam puncak Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di salah satu hotel di Medan, Rabu (6/7/2022).

Penghargaan MKK merupakan penghargaan tertinggi untuk kepala daerah dari BKKBN tersebut diberikan dalam Dialog dan Apresiasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. Penghargaan MKK tersebut diberikan kepada Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, karena kepeduliannya terhadap keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga di Kota Mojokerto.

“Hari ini, saya mendapatkan tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN. Ini adalah sebuah penghargaan yang diberikan atas komitmen dalam rangka, satu pembangunan terkait kependudukan. Kedua komitmen dalam pelaksanaan keluarga berencana dan ketiga adalah komitmen dalam menurunkan angka stunting di daerah,” ungkapnya usai menerima penghargaan.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), semua capaian atas tiga indikator atau bidang tersebut adalah ikhtiar yang telah diupayakan bersama-sama sehingga di tahun 2022 ini ia bisa mendapatkan tanda Penghargaan MKK tersebut. Ning Ita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi untuk mengikhtiarkan tercapainya Penghargaan MKK tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto, dr Farida Mariana menambahkan, Ning Ita dinilai sebagai kepala daerah yang punya komitmen dan dedikasi tinggi dalam program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.

“Bangga Kencana intinya adalah pengendalian penduduk di kabupaten/kota masing-masing. Indikator untuk pengendalian penduduk meliputi angka kelahiran total, angka prevalensi kontrasepsi modern, presentasi peserta KB aktif, indeks pembangunan keluarga serta usia kawin pertama,” jelasnya.

Dalam percepatan penurunan stunting, masih kata dr Farida, angka stunting di Kota Mojokerto sangat rendah. Bahkan berdasarkan Survei Status gizi Indonesia tahun 2021 angka stunting di Kota Mojokerto adalah terendah di Jawa Timur. Sejumlah upaya dilakukan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Mojokerto.

“Upaya yang telah dilakukan khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan yaitu pemberian makanan tambahan untuk yang stunting, edukasi sejak dini untuk remaja, sehingga para remaja memiliki pengetahuan yang bagus tentang program-program yang terkait dengan persiapan nikah, kesehatan remaja, termasuk edukasi untuk calon pengantin,” jelasnya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima Penghargaan Manggala Karya Kencana bersama sejumlah Gubenur, Bupati dan Wali Kota . Diantaranya, Gubenur Lampung Ir Arinal Djunaidi, Gubenur Riau Drs H Syamsuar M.Si, Gubenur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi, Bupati Purwakarta Hj Anne Ratna, Bupati Jombang Hj Mundjiyah Wahab, Bupati Aceh Besat Ir Mawardi Ali, Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam S.Psi, Bupati Subang H Ruhimat.

Bupati Mesuji Saply TH, Bupati Lampung Selatan Hi Nanang Ermanto, Bupati Maluku Tenggara Drs Hi Thaher Hanubun, Bupati Takalar H Syamsari S.Pt, MM, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Bupati Lamandau Kalimantan Tengah H Hendra Lesmana, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE, Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman SE, AK, MM. Hadir juga dalam acara tersebut, Menteri Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Kemenko PMK RI), Muhadjir Effendy. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar