Advertorial

Urgent, Peningkatan Rumah Pompa Cegah Banjir Diusulkan Dalam PAK 2021

Sidoarjo (beritajatim.com) – Menghadapi musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengusulkan adanya peningkatan stasiun pompa air yang dimasukkan ke dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

Peningkatan stasiun pompa air dinilai sangat urgent, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya banjir berkepanjangan.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sidoarjo, Nurhendriyati Ningsih, menilai usulan terkait peningkatan stasiun pompa air yang ada di Sidoarjo dinilai wajar. Terlebih saat ini sudah menghadapi musim penghujan.

“Saya kira wajar ya, karena ini sudah memasuki musim penghujan, sekaligus mengantisipasi adanya banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Nurhendriyati Ningsih Sabtu (25/9/2021).

Peningkatan stasiun pompa diusulkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2021 senilai Rp 1,72 miliar. Usulan peningkatan stasiun pompa air tersebut kini masih dalam tahap pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sidoarjo.

“Tapi ini belum final ya pembahasannya. Apakah usulan itu disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun Banggar DPRD Sidoarjo. kami masih belum bisa bicara banyak. Karena kemarin yang saya lihat dari semua OPD, usulan itu masuk dalam satu paket, bukan per item,” tambah Ketua DPD Partai Nasdem Sidoarjo tersebut.

Meski demikian, maksimalisasi rumah pompa air di Sidoarjo sangatlah dibutuhkan. Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, banjir tak terbendung. Mulai dari jalan raya, rumah ibadah, lembaga pendidikan hingga kantor-kantor layanan seperti rumah sakit.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kab. Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih

“Banyak yang menjadi pekerjaan rumah PU BMSDA untuk mencegah terjadinya banjir. Terutama penanganan terhadap sungai-sungai, seperti normalisasi sungai misalnya. Karena keberadaan banjir belum bisa tertangani dengan baik. Sehingga hal ini harus segera kita realisasikan agar tidak terjadi banjir lagi,” tegasnya.

Sejatinya, usulan peningkatan rumah pompa air sudah diusulkan sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun sejak tahun lalu, terkendala dengan kondisi pandemi Covid-19. Sehingga banyak anggaran yang terpaksa direfocusing ke penanganan Covid-19.

Peningkatan stasiun rumah pompa, rencananya di fokuskan pada tujuh titik di Sidoarjo, diantaranya, Kawasan Sidokare, Kawasan Klenteng Sidoarjo, Karanggayam, Gang Kelinci, Bringinbendo (Taman), Perumahan Griya Mapan Sentosa (Waru), dan Tambaksawah (Waru).

“Pompa air sangat perlu dan dibutuhkan untuk mengurangi korban banjir. Meski tidak maksimal, paling tidak ada upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah banjir,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sigit Setyawan membenarkan usulan itu.
Anggaran tersebut untuk upgrade pompa atau rumah pompa ada tujuh titik di Sidoarjo.

Selain peningkatan rumah pompa,
PUBMSDA juga telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi banjir.

“Skenario yang dimaksud, membangun dam dan pintu air di kawasan yang rawan banjir seperti wilayah Kedungbanteng,” jelas Sigit.

Harapannya, dengan sejumlah upaya tersebut, bencana banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah titik di Sidoarjo bisa diminimalisir. Sehingga ke depan, area yang menjadi langganan banjir bisa lepas dari permasalahan tersebut. [isa]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar