Advertorial

Tiga Tahun Berturut-turut, Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Madya

Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 kategori Madya oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Penghargaan KLA kategori Madya ini merupakan kali ketiga diraih Kabupaten Mojokerto.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri secara langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga. Dalam sambutannya, Menteri Bintang Puspayoga menekankan, pemenuhan hak-hak anak perlu dukungan lintas sektor.

“Anak butuh ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya sehingga peran semua ekosistem wajib hukum. Media, dunia usaha dan swasta memiliki peran penting dalam mendukung peran pemerintah mewujudkan Kabupaten Kota Layak Anak. Ada empat hak dasar anak yaknu hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak partisipasi, serta hak perlindungan,” ungkapnya.

Penghargaan KLA diberikan Kementerian PPPA kepada kabupaten/kota yang memiliki sistem pembangunan hak dan perlindungan khusus anak secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terencana. Terdapat sejumlah kategori dalam penghargaan tersebut, yaitu predikat Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA.

Acara digelar di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022) malam. Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bambang Eko Wahyudi dan Kepala Bidang (Kabid) serta Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) secara virtual.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan, terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Mojokerto atas diraihnya kembali Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2022 kategori Madya untuk Kabupaten Mojokerto dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

“Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan upaya pemerintah Republik Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah dalam melaksanakan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Untuk itu ke depan komitmen kita semua harus diperkuat, upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Mojokerto harus diperluas dan dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak kategori Madya bisa ditingkatkan menjadi kategori Nindya. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini mengajak, semua untuk bersama-sama memenuhi hak anak.

“Beri kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi, berikan perlindungan kepada semua anak, selalu pertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak dan hapus diskriminasi terhadap anak. Mari dukung tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak untuk Indonesia maju,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko menambahkan, tahun 2018, Kabupaten Mojokerto menerima KLH kategori Pratama. “Untuk kategori Madya, Kabupaten Mojokerto menerima tiga tahun berturut-turut, yakni tahun 2019, 2021 dan 2022. Karena tahun 2020 tidak diadakan karena pandemi,” tambahnya.

Masih kata mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) ini, anak di Kabupaten Mojokerto harus bebas dari lima hal. Yakni Stop Stunting, Stop Tanpa Dokumen Kependudukan, Stop Bullying Kekerasan Perempuan dan Anak, Stop Pekerja Anak dan Stop Perkawinan Anak.

Di ajang ini, jumlah pemenang untuk masing-masing kategori yakni delapan Provinsi Layak Anak, delapan Kabupaten Kota kategori Utama, 66 Kabupaten Kota kategori Nindya, 117 Kabupaten Kota kategori Madya, dan 121 Kabupaten Kota kategori Pratama. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar