Advertorial

Sosialisasi Cukai, Disperindag: Waspada! Rokok Ilegal Kadang Plesetkan Nama Rokok yang Izin Edarnya Jelas

Foto caption: Dinas Perindustrian dan Perdagangan gandeng Bea Cukai Madiun dan Polres Magetan sosialisasikan perihal cukai di Aula Kecamatan Lembeyan, Selasa (5/10/2021) (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com)-Sebagai bentuk dukungan pemberantasan rokok ilegal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Bea Cukai Madiun mengadakan sosialisasi gempur rokok ilegal di seluruh kecamatan wilayah Lombok Tengah, yang dilaksanakan dari tanggal 30 September 2021 hingga 03 Juni 2021.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan Ari Kuncoro Broto menyampaikan melalui sosialisasi ini diharapkan akan meningkatkan sinergi dan koordinasi antara Bea Cukai dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketentuan di bidang cukai khususnya rokok ilegal, sehingga masyarakat terhindar dari bahaya rokok ilegal. Juga dengan pihak kepolisian untuk menyampaikan langsung terkait hukum yang terkait dengan cukai.

“Tentunya dengan mengedukasi masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan apabila mengonsumsi atau bahkan menjual rokok ilegal, sehingga harapannya peredaran rokok ilegal bisa menurun atau bahkan sudah tidak ada lagi, khususnya di Kecamatan Lembeyan ini,” ujar Ari usai acara Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Tentang Ketentuan Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau (DBHCHT) di Aula Kecamatan Lembeyan, Selasa (5/10/2021)

Dalam kegiatan tersebut Bea Cukai Madiun menyampaikan ketentuan cukai kepada para pedagang, antara lain pengertian cukai, sejarah, izin, tujuan pengawasan di bidang cukai, bahaya dan ciri-ciri rokok ilegal, serta manfaat DBHCHT. Serta mengenalkan aturan cukai sebagaimana diamanatkan dalam UU 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Proses identifikasi sederhana diperagakan oleh pemateri dari Bea Cukai Madiun, mulai dari ciri-ciri rokok ilegal, identifikasi pita cukai dan dilanjutkan dengan praktik.

‘’Kami harap masyarkaat bisa memahami. Dari yang terlihat tampilan secara fisik sudah bisa dicek. Biasnaya rokok ilegal menggunakan nama plesetan dari rokok-rokok pabrikan besar yang sudah terkenal. Kami harap para pedagang bisa mengenali cirinya, dan segera melapor jika memang ada yang menawarkan,’’ pungkas Ari. (adv)


Apa Reaksi Anda?

Komentar