Advertorial

Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng Jadi Puncak Peringatan Harganas Provinsi Jatim di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Menjadi tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Pemkab Mojokerto menghadiri Cak Nun dan Kiai Kanjeng dalam puncak acara, Minggu (30/6/2019). Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng digelar di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.

Acara dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Agus Sukiswo, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Bupati dan Walikota se-Jawa Timur, Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto.

Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Elestianto Dardak serta Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Mojokerto Yayuk Ismawati Pungkasiadi. Sebagai tuan rumah, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto sukses menggelar acara.

Dimulai, pada, Sabtu (29/6/2019) yakni pengarahan generasi berencana fellowship di Yonif 503 Mojosari dan pemantapan pengelolaan kelompok UPPKS dan pameran di Mojosari. Minggu (30/6/2019), Mupen On The Road Jelajah Bumi Majapahit mengambil start di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto.

Seminar kependudukan dan KB di salah satu hotel di Kota Mojokerto, pameran dan gelar dagang produk unggulan UPPKS dagang di GOR Gajah Mada Mojosari, aksi GenRe membagikan souvenir di Mojosari, pembinaan PKB di salah satu hotel di Kabupaten Mojokerto.

Talkshow peringatan Harganas XXVI dan puncak acara digelar di GOR Mojosari dengan menggelar Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng. Peringatan Harganas XXIV tahun 2019 ini mengangkat tema ‘Hari Keluarga, Hari Kita Semua’ dengan slogan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, program KKBPK di Provinsi Jawa Timur berhasil dari segi kualitas maupun kuantitas. “Dilihat dari rata-rata wanita usia subur 2,1 dimana pencapaian ini di bawah rata-rata nasional 2,4. Ini artinya rata-rata jumlah anak setiap wanita tadi berkisar antara 2-3 orang,” ungkapnya.

Hal ini juga didukung kualitas penggunaan alat kontrasepsi Metode Jangka Panjang untuk mengatur jarak kelahiran. Serta tak lupa melaksanakan delapan Fungsi Keluarga (Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, Fungsi Lingkungan) secara baik.

“Semua keluarga harus punya rencana untuk menghadapi masa depan. Termasuk jumlah anak yang harus dikendalikan. Jangan lupa terapkan 8 Fungsi Keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengaku bangga serta mengapresiasi BKKBN Provinsi Jawa Timur yang telah mempercayai Kabupaten Mojokerto sebagai lokasi penempatan kegiatan Harganas tahun ini. “Pembangunan keluarga menjadi hal yang sangat penting bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sejak dilahirkan. Dalam lingkungan ini, anak mempelajari dan diajari berbagai hal yang menjadi bekal bagi kehidupannya di masa datang. Orang tua, terutama ibu adalah tempat belajar pertama bagi anaknya. Maka, pola pengasuhan yang diberikan orang tua akan menentukan karakter anak selanjutnya.

“Keluarga adalah naungan utama dan tempat berlindung dan belajar bagi anggota keluarganya masing-masing. Jadikan Harganas sebagai moment pemberdayaan dan keikutsertaan keluarga dengan mengangkat empat pendekatan keluarga. Yaitu Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Peduli  dan Berbagi,” tuturnya.

Wakil Bupati mengajak semua untuk terus membangun keluarga dengan cinta terencana. Karena keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun negara serta turut menyukseskan ‘Dua Anak Cukup’. Sehingga moment Harganas diharapkan bisa menjadi momentum bersama meraih Indonesia emas tahun 2045.

“Kita jaga terus komitmen ‘Dua Anak Cukup’, karena tanggung jawab membangun sebuah keluarga sama halnya dengan membangun ekonomi daerah. jika terlalu banyak (anak), maka banyak pula beban ekonomi yang harus ditanggung,” tambahnya.

Tema Harganas tahun 2019 adalah ‘Hari Keluarga, Hari Kita Semua’ dengan slogan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’, dimana Harganas diharapkan menjadi momentum pemberdayaan dan keikutsertaan keluarga dengan mengangkat empat pendekatan keluarga.[tin/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar