Advertorial

Sendratari, Musik Religi, Tarian Sufi Tandai Dibukanya Perayaan Grebeg Suro Ponorogo

Salah satu tarian yang ada dalam pembukaan Grebeg Suro pada Kamis (21/7) malam. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Hiburan rakyat terbesar di Kabupaten, perayaan Grebeg Suro tahun 2022 resmi dibuka tadi malam (21/7/2022).

Seperti tema yang diutarakan sebelumnya, kolaborasi antara budaya dan santri, sajian penampilan tadi malam pun tidak keluar dari koridor tersebut. Yakni seni drama dan tari (sendratari) yang berjudul Asmara Sang Dwi Raja. Seniman yang mengisi sendratari itu pun juga kolaborasi, antara seniman Ponorogo dengan seniman daerah sekitar.

Sendratari Asmara Sang Dwi Raja selesai, kemudian dilanjutkan dengan melantunkan lagu-lagu religi milik Debu. Ya, grup musik religi dengan vokalis bule bernama Kumayl Mustafa Daood itu membawakan tiga lagu, mereka menghibur ribuan penonton yang memadati alun-alun Kabupaten Ponorogo. Energi santri semakin terasa saat grup musik Debu itu menyanyi, diiringi dengan puluhan penari sufi.

Gelaran Grebeg Suro dan Peringatan hari jadi ke-526 Kabupaten Ponorogo itu, secara simbolis dibuka oleh Bupati Sugiri Sancoko dengan memainkan pecut, yang diikuti oleh beberapa pembawa pecut lainnya dan beberapa dadak merak yang mengelilinginya.

“Perpaduan antara budaya dan santri dikemas menarik dalam pembukaan Grebeg Suro ini. Inilah yang menasbihkan bahwa Ponorogo memang merupakan kota budaya dan santri, ” kata Bupati Sugiri Sancoko, Jumat (22/7/2022).

Dengan dibukanya perayaan Grebeg Suro tadi malam, juga sebagai penanda dimulainya Festival Reog Mini (FRM) XXVII. Usai pembukaan, grup reog mini Taruna Jaya Manunggal dari Kecamatan Slahung dan grup reog mini Sardula Pratama dari SMPN 6 Ponorogo menampilkan tarian yang mengisahkan asal mula kesenian reog ini muncul.

FRM rutin digelar setiap tahunnya, sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk melakukan regenerasi seniman-seniman reog. Namanya reog mini, tentu melibatkan pelajar sebagai penyajinya. Pemkab setempat ingin budaya adiluhung asli Ponorogo bisa diwariskan untuk generasi mendatang.

“Festival Reog Mini ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan di Ponorogo. Ini sebagai upaya untuk melakukan regenerasi. Supaya reog tetap lestari,” katanya.

Setelah gelaran FRM usai nantinya, langsung dilanjutkan dengan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXVII. Festival ini diikuti 27 grup reog dari berbagai daerah di tanah air. Festival tahunan ini memperebutkan Piala Presiden. FNRP ini juga masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ke menparekraf).

Bupati yang karib disapa Kang Giri itu menyebut bahwa perayaan Grebeg Suro tahun ini, menjadi bukti nyata bahwa Ponorogo siap menjadi bagian dari Unesco Creative Cities Networking atau Jaringan Kota Kreatif Dunia. Maka dari itu, Ia ingin mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut mendukung gelaran yang dua tahun terakhir tidak diadakan akibat pandemi Covid-19. Tentu itu, sesuai dengan tagline Grebeg Suro kali ini, bergandeng erat, bergerak cepat untuk menuju Ponorogo hebat.

“Rangkaian perayaan Grebeg Suro ini juga membuat ekonomi kreatif rakyat Ponorogo menggeliat luar biasa,” pungkasnya. (Adv/End)


Apa Reaksi Anda?

Komentar