Advertorial

Sah, DPRD Ponorogo Setujui Raperda P-APBD 2021

Ponorogo (beritajatim) – DPRD Ponorogo akhirnya menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan APBD (P-APBD) yang disodorkan oleh eksekutif. Ada tambahan sekitar Rp 13 miliar dari pendapatan dana transfer pemerintah pusat hingga kekuatan APBD Ponorogo menjadi Rp 2,162 triliun.

“Raperda PAPBD 2021 telah disepakati, namun ada beberapa hal harus kami soroti terkait PAPBD ini,” kata Ketua DPRD Ponorogo Sunarto.

Panitia khusus (pansus) bentukan dewan merumuskan rekomendasi terkait pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang akhirnya bulat menjadi Rp 155 miliar.
Seperti halnya program Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2020 lalu, pinjaman tersebut sudah dimasukkan kedalam APBD induk, hanya saja terdapat perbedaan. Jika pada tahun 2020 lalu pinjaman tersebut tidak terdapat bunga, namun pada tahun 2021 ini terdapat bunga sebesar 5,65 persen. Sunarto mengungkapkan bahwa dana Rp155 miliar itu nantinya untuk perbaikan 54 ruas jalan yang rusak di wilayah Ponorogo.

“Pemda juga sudah berkoordinasi dengan DPRD terkait dengan pinjaman tersebut, saat ini tinggal menunggu finalisasi saja,” ungkap Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto sempat menyorot rendahnya serapan APBD yang baru 50 persen ketika bulan kalender sudah menginjak September. Pihaknya bakal memacu Pemkab setempat menyegerakan realisasi sejumlah kegiatan.

“Ya memang tahun ini masih terdampak pandemi Covid-19, pemanfaataan anggaran harus menyeimbangkan dengan keadaan yang belum sepenuhnya pulih atau stabil. Namun, tahun anggaran hanya menyisakan tiga bulan efektif,” katanya.

Selain melakukan sorotan terkait kinerja mitranya di eksekutif, kalangan dewan juga memberikan apresiasi kepada pemkab setempat terkait tunjangan tenaga kesehatan (nakes). Pasalnya, pihak eksekutif sudah mencairkan tunjangan untuk nakes jatah bulan Januari hingga Juni. Sehingga, Kabupaten Ponorogo tidak terkena penalti dari Pemerintah Pusat, seperti sejumlah daerah lainnya.

“Kami apresiasi teman-teman eksekutif sudah mencairkan tunjangan untuk nakes. Sebab mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di bumi reyog. Mereka layak mendapatkannya,” pungkasnya. [End]

Reporter : Endra Dwiono


Apa Reaksi Anda?

Komentar