Advertorial

‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’ Diresmikan, 50 Pasien Tanpa Gejala Dari Puskesmas Dan RS Siap Dipindah

Mojokerto (Beritajatim.com) – Bupati Mojokerto meresmikan ‘Pondok Sehat Terpusat Satgas Covid-19’ yang terletak di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ada sebanyak 50 orang pasien Covid-19 tanpa gejala dari sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit (RS) siap dipindah.

Peresmian ditandai dengan pelepasatn balon merah putih, penguntingan pita serta pemotongan tumpeng. Dua gedung dengan dua lantai tersebut memiliki kapasitas sebanyak 200 kamar tidur. Kamar tidur dibagi dua yakni untuk pasien laki-laki dan pasien perempuan.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan terima kasih kepada masyarakat khususnya warga Desa Claket yang telah berbagi sedikit area kampung untuk dimanfaatkan sebagai ‘Pondok Sehat Covid-19’. Meski berfungsi sebagai isolasi terpusat (isoter), Bupati ingin menyamakan mindset agar pondok tersebut lebih dimaknai sebagai pusat kesembuhan daripada sarana isolasi.

“Peresmian Pondok Sehat Terpusat Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, ini merupakan upaya kita terhadap penyediaan tempat isolasi yang nyaman dan manusiawi untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tanpa gejala. Kita berharap masyarakat bisa menerima dan memanfaatkan ini,” ungkapnya, Senin (23/8/2021).

Masih kata Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini, kamar tidur yang digunakan pun desainnya homey, sehingga benar-benar serasa di rumah sendiri. Sejumlah program untuk pasien juga sudah disiapkan sejak bangun tidur di pagi hari, mulai olahraga, outbound sembari berjemur serta ada kegiatan meningkatan kapasitas keagamaan.

Caption : Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati bersama segenap Forkopimda saat meresmikan ‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’.

“Seperti ngaji bersama, sholat berjamaah dan kita libatkan para relawan-relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan sifatnya non medis. Kota berharap sebagai pusat kesembuhan daripada sarana isolasi, pasien OTG yang akan dirawat di sini, bakal diberi treatment penyembuhan secara holistik. Tidak hanya dari segi medis, namun juga penyembuhan secara psikis,” katanya.

Selain itu, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, cek tensi, suhu dan nadi, terapi vitamin, berjemur dan ice breaking juga dilakukan setiap hari. Isoter adalah arahan Presiden RI, karena isolasi mandiri (isoman) sangat rawan terjadi celah penularan, tingkat keparahannya juga lebih banyak, hingga pada kasus kematiannya.

“‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’ ini, kita tidak sebut sebagai isolasi. Kita ingin mindset kata ‘sehat dan sembuh’. Jadi tidak ada kekhawatiran dan ketakutan. Karena nanti juga banyak kegiatan di sini, layaknya orang sedang mondok. Ada giat keagamaan, olahraga dan ice breaking pun ada. Sehingga bisa membantu kesembuhan dari dalam diri sendiri,” tuturnya.

Kegiatan keagamaan untuk meningkatkan spiritualitas penghuni dan untuk memperbaiki manset pasien supaya bisa sehat kembali dengan kekuatannya sendiri. Sementara untuk jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang standby di ‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’ akan disesuaikan dengan jumlah pasien.

Bupati Mojokerto, Ikfina bersama segenap Forkopimda saat meresmikan ‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’.

“Karena penurunan jumlah angka terkonfirmasi positif di Kabupaten Mojokerto sama dengan daerah yang lain, sekarang ini sedang isolasi dengan kondisi OTG berkurang juga jumlahnya. Untuk sementara satu shift ada tiga orang perawat di lima puskesmas yang digilir dengan satu hari tiga shift. Manakala nanti jumlah pasien bertambah tentunya nanti akan disesuaikan jumlah pasien,” jelasnya.

Pasien yang akan menjalani isolasi di Pondok Sehat Terpusat Covid-19 Kabupaten Mojokerto sudah disampaikan untuk melakukan persiapan. Karena di ‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’ cuacanya dingin sehingga untuk kepentingan pribadi agar tidak kedinginan harus membawa sendiri dari rumah masing-masing. Sementara untuk alat sholat dan sebagainya sudah disiapkan.

“Ini sudah disampaikan pasien yang akan masuk sore ini. Sementara data yang ada di Kabupaten Mojokerto ada 79 yang isolasi di luar puskesmas dan rumah sakit. Kita upayakan dahulu adalah dari puskesmas yang sudah benar-benar tanpa gejala untuk mengurangi pasien yang dirawat di rumah sakit, ada 50 pasien. Di luar itu akan dilakukan pendataan,” pungkasnya.

Dalam peresmian ‘Pondok Sehat Terpusat Covid-19’ turut hadir segenap jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda). Antara lain Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman diwakili Danramil Pacet serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono. [tin/adv]



Apa Reaksi Anda?

Komentar