Advertorial

Peringatan Nuzulul Qur’an, Ini Harapan Gus Miftah untuk Masyarakat Kota Mojokerto

Caption : Gus Miftah saat memberikan tausiyah di Masjid Jami Al Fatah Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Orang mendapatkan masalah atau sakit biasanya dimulai dari pola pikir. Hal tersebut disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah saat memberikan tausiyah dalam ‘Nuzulul Qur’an bersama Gus Miftah’ di Masjid Jami Al Fatah Kota Mojokerto, Senin (18/4/2022).

“Coba Anda lihat orang dengan gangguan jiwa. Bapak-ibu lihat orang gila itu, nggak pernah sakit buktinya, nggak ada yang vaksin juga. Orang gila makan nasi busuk perutnya nggak pernah sakit. Tidur di pinggir jalan nggak pakai selimut nggak pernah masuk angin. Kehujanan ya nggak pernah pilek. Kenapa orang gila itu nggak pernah sakit? jawabannya adalah karena orang gila tidak punya beban pikiran. Artinya kalau bapak ibu pengen terus sehat, jadilah orang yang tidak punya beban pikiran,” ungkapnya.

Masih kata pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini, hampir tiga tahun dilanda pandemi yang berakibat banyak orang yang pesimis terhadap kehidupannya. Keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo meminta agar masyarakat Kota Mojokerto untuk optimis dalam menjalankan hidup.

“Jadilah pribadi yang optimis, yuk kita lihat contoh dalam Al-Qur’an dan yang diajarkan nabi-nabi. Kita lihat cerita Nabi Yunus yang dimakan ikan. Nabi Yunus tidak pesimis, karena dia tahu dia dimakan ikan atas izin Allah. Di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus berdoa seolah-olah ketika di dalam Masjid dan kemudian Nabi Yunus bisa keluar dengan selamat dari perut ikan. Itulah contoh keistimewaan berfikir positif,” pesannya.

Gus Miftah berpesan agar mulai sekarang menggunakan bahasa yang halus kepada orang tua dan orang lain. Karena semua orang suka diberikan bahasa yang halus. Jangan sampai anak bicara kasar ke orang tua sehingga ia berharap agar jamaah yang hadir, untuk pasangan suami-istri membiasakan bicara menggunakan bahasa yang halus.

“Mulai sekarang suami-istri pakai bahasa yang halus agar anak keturunan kita juga bisa menggunakan bahasa yang halus. Kalau memang tidak bisa menggunakan bahasa yang halus karena emosi, maka lebih baik diam. Janganlah berbicara kasar,” pintanya.

Lautan masyarakat memenuhi acara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari sebelumnya, memperkenalkan Kota Mojokerto yang merupakan kota terkecil kedua di Indonesia yang memiliki keterkaitan sejarah yang sangat kuat dengan Kerajaan Majapahit dan Presiden Soekarno.

“Pada abad ke-14, Mojokerto merupakan bagian dari pusat Kerajaan Majapahit. Kota Mojokerto merupakan bagian yang masuk dalam proyek strategis nasional. Di tahun 2023 nanti akan dibangun sebuah Kapal Mojopahit berukuran 45 Meter yang berada di samping anak Sungai Brantas. Hal tersebut merupakan bagian dari apresiasi Pemerintah Pusat terhadap Kota Mojokerto,” katanya.

Sejarah Presiden Soekarno berada di Kota Mojokerto cukup lama. Berdasarkan literasi sejarah, yakni mulai dari tahun 1907 hingga 1915. Saat itu Presiden Soekarno sekolah di SDN Purwotengah 1 Kota Mojokerto dan SMPN 2 Kota Mojokerto. Banyak sekali jejak sejarah Bung Karno di Kota Mojokerto sehingga diangkat Pemkot Mojokerto sebagai salah satu destinasi sejarah di Kota Mojokerto.

“Destinasi sejarah tersebut sudah kita simbolkan dengan pemberian sebuah prasasti dalam bentuk patung Soekarno masa kecil. Dimana patung tersebut menggambarkan adanya akulturasi budaya Jawa yang tercermin dari busana yang dikenakan oleh Soekarno di masa kecil. Banyak sekali potensi yang kami kembangkan di Kota kami yang merupakan pusat perdagangan dan jasa,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menjelaskan, Kota Mojokerto justru menjadi barometer bagi perdagangan untuk daerah-daerah sekitarnya. Perlu diketahui, Masjid Agung Al Fatah berada di tengah-tengahnya Kota Mojokerto dan berdekatan dengan Alun-alun diharapkan menjadi yang nyaman bagi kegiatan masyarakat khususnya keagamaan dan sosial.

“Alhamdulillah bisa diselesaikan pembangunannya oleh Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun 2019 yang lalu. Kami berharap banyak kegiatan-kegiatan masyarakat baik keagamaan maupun sosial yang bisa dipusatkan disini untuk memakmurkan Masjid Agung ini. Saya atas nama pemerintah memohon maaf, tadi Gus Miftah masuk ke masjid ini luar biasa ekstrem jamaah dalam menyambut kehadiran Gus Miftah,” paparnya.

Kehadiran Gus Miftah, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), bagai oase di padang pasir. Karena dalam 2 tahun masa pandemi masyarakat Kota Mojokerto hanya bisa mengikuti tausiyah melalui virtual dan baru kali ini Kota Mojokerto masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 sehingga masyarakat Kota Mojokerto bisa mengikuti pengajian secara tatap muka.

“Semoga kehadiran Gus Miftah di Peringatan Nuzulul Qur’an ini bisa menjadi pengobat dahaga seluruh masyarakat untuk mendapatkan asupan moral dan juga spiritual. Mohon doanya Gus Miftah agar seluruh pembangunan di Kota Mojokerto ini bisa berjalan dengan lancar,” harapnya. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar