Advertorial

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke 28

Cegah Stunting, Bupati Mojokerto Ajak Keluarga KB IUD

Caption : Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menghadirinya Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-28 tahun 2021 di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menghadirinya Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-28 tahun 2021 yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto di salah satu hotel di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/6/2021).

Dengan mengangkat tema, ‘Keluarga Keren Cegah Stunting’, Bupati meminta agar kader Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD menyarankan kepada keluarga yang sudah tidak menginginkan kelahiran menggunakan KB IUD. Yakni alat kontrasepsi dalam rahim atau spiral.

Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi mengatakan, beberapa kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke 28. “Antara lain, Sosialisasi Calon Pengantin di 10 desa locus stunting, Pelatihan Wira Usaha/Tata Boga Bagi Perempuan Kepala Keluarga dan Perempuan Korban Kekerasan,” ungkapnya.

Kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk membangkitkan perekonomian perempuan di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan Serentak Sejuta Akseptor diikuti 203 akseptor MOW dan tiga akseptor MOP, 246 IUD, 401 implan, 5.560 suntik, 6.986 pil dan 281 kondom. DP2KBP2 bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan Lomba Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).

“Aksi simpatik Genre berupa promosi program generasi masyarakat ke masyarakat dan puncak acara Hari Keluarga Nasional hari ini dengan narasumber Dokter Anggono, Sp. A dari RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari. Pelaksanaan pendataan keluarga di Kabupaten Mojokerto juga sudah selesai dilaksanakan dengan sukses,” katanya.

Sebanyak 335.525 keluarga telah didata kader yang ada di dusun maupun desa di Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto menjadi yang pertama didata oleh kader Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri. Diharapkan, lanjut Yudha, dengan hasil pendataan keluarga tersebut dapat menjadi acuhan untuk evaluasi Program Bangga Kencana kedepan.

“Setelah melaksanakan dan menghadapi peringatan Hari Keluarga Nasional, selain pendataan keluarga, juga juga akan menghadapi Hari Kontrasepsi. Selama bulan Januari sampai Juni 2021, DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto mendapatkan 15 penghargaan baik tingkat Jawa Timur maupun pusat,” tuturnya.

Yudha menambahkan, di Kabupaten Mojokerto jumlah bayi stunting sebanyak 1.581 bayi atau sebesar 17,37 persen. Angka tersebut disebabkan karena beberapa faktor antara lain, bayi beluk waktunya lahir atau bayi lahir normal tapi tumbuh dengan kekurangan asupan gizi. Menurutnya, bayi lahir nomal juga masih memiliki potensi stunting.

“Karena tidak mendapatkan gizi dan asi yang baik. Sesuai dengan surat dari Presiden Jokowi, kita sebagai koordinator pencegahan stunting di Indonesia. Maka kita serentak membantu Dinkes dan Dinsos meminimalisir stunting sehingga masyarakat bisa sehat dan ketahanan keluarga bisa tercapai sehingga anak-anak menjadi anak-anak yang tangguh, cerdas dan dasyat,” paparnya.

Targetnya, lanjut Yudha, dari angka stunting sebesar 17,37 persen turun jauh seminimal mungkin dengan memanfaatkan kader yang ada, PPKBD dan Sub PPKBD termasuk fasilitas kesehatan (fasker). Yakni sebanyak 304 PPKBD dan 2.681 Sub PPKBD serta dibantu dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Kabupaten Mojokerto, lima teraman se-Indonesia untuk Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP).

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, PPKBD dan Sub PPKBD merupakan garda terdepan pelaksanaan KB di Kabupaten Mojokerto.

“Kita masih situasi Covid-19, harus diwaspadai karena berdada di gelombang kedua di wilayah Indonesia dan Kabupaten Mojokerto, hari ini bisa berkumpul untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional,” cetusnya.

Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi memori tentang arti penting keluarga dalam kehidupan sehari-hari maupun proses pembangunan dalam menuju negara maju. Keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Keluarga semua sepakat keluarga sangat berharga, masing-masing punya persepsi berbeda.

“Tapi saya yakin sangat berharga. Manusia dalam kehidupan, membuatkan berbagai hal. Kebutuhan secara fisik dan psikis, semua pemenuhan kebutuhan itu ada di keluarga. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting sebagai tempat penyemaian, sosialisasi dan internalisasi pertama terhadap nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Tema tahun ini, menjadi target nasional melalui program secara nasional yakni stunting. Keluarga ada dasar. Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia atau Kabupaten Mojokerto bisa berkualitas, lanjut Bupati, semua berasal dari keluarga. Yang bisa menghasilkan SDM berkualitas adalah keluarga. Lembaga pendidikan hanya sebagai support karena semua terletak pada keluarga.

“Kita hari ini memperingati Hari Keluarga Nasional, harus sepaham kalau ingin mewujudkan SDM berkwalitas bahwa keluarga sebagai pabrik SDM harus betul-betul dijaga agar bisa memproduksi SDM yang berkwalitas. Ini tantangan karena untuk mengkondisikan pabrik SDM, banyak tantangannya,” urainya.

Pernikahan merupakan awal keluarga sehingga harus diawali dengan niat yang jelas, kuat dan mempertahankan komitmen dalam satu pernikahan. Kondisi saat ini pasangan yang menikah diberikan kesabaran untuk mempertahan pernikahan. Jika tidak dipertahankan maka anak-anak di dalamnya akan mendapatkan dampak komitmen yang tidak bisa pertahankan.

“Sebaliknya, belum berkomitmen tapi sudah ada anak. Terima kasih kepada DP2KBP, berbagai kegiatan dilakukan salah satunya untuk calon pengantin. Harus ditindaklanjuti secara serius jika ingin mempersiapkan keluarga yang kuat di Kabupaten Mojokerto. Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional tahun 2021 ini, agar semua bisa berkomitmen,” paparnya.

Bupati meminta semua agar berkomitmen untuk menjaga keluarga masing-masing dan sekitar bisa melaksanakan tugasnya sebagai pabrik penghasil SDM yang berkwalitas. Menurutnya, semua harus dilakukan bersama-sama. Bupati pun mengucapkan terima kasih kepada pelayanan KB di Kabupaten Mojokerto.

“KB terbanyak adalah KB pil. Kalau ingin suport keluarga stabil dan sejahtera, pasangan tidak mengingatkan anak agar KB yang jangka panjang karena jika suntik tidak panjang. Ini harus dipertimbangkan, karena di situasi pandemi ada pembatasan-pembatasan. Sehingga pasangan subur yang sudah KB pil agar diarahkan ke KB IUD. KB pil lebih bahaya karena harus disiplin pemakaiannya,” urainya.

Menurutnya, saat lupa minum maka akan terjadi kehamilan. Pasangan harmonis dan tidak ingin memiliki anak, lanjut Bupati, saat hamil tanpa diinginkan akan sangat berpengaruh. Sehingga jika tidak menginginkan kehamilan, bagaimana bisa menghasilkan anak yang berkwalitas. Jika tidak ada kasih sayang, ditambah kondisi ibu juga akan mempengaruhi kondisi anak.

“Sehingga calon pengantin atau pasangan mau hamil jangan sampai tidak menginginkan kehamilan, ini akan tidak mendukung dalam pencegahan stunting. Stunting menjadi perhatian semua. Jika ingin negara Indonesia berkembang menjadi maju maka harus melakukan pencegahan stunting. Mulai dari perencanaan pernikahan, komitmen pernikahan dan mendidik anak tidak hanya fisik namun sayang,” tegasnya.

Jelang Hari Keluarga Nasional ke 28, Bupati mengajak keluarga di Kabupaten Mojokerto untuk bersama-sama mengembalikan makna dari keluarga sebagai lingkungan yang paling untuk membina dan membimbing anggotanya dalam beradaptasi dengan lingkungan. Untuk menciptakan generasi yang unggul, berkwalitas serta mencapai kehidupan yang tentram, mandiri dan bahagia.

“Jaga keluarga kita sehingga kita akan menjadi pahlawan bangsa Indonesia. Jaga keluarga kita, jaga keluarga di sekitar kita agar bisa menjaga keluarga kita menjadi Keluarga Yang Keren Cegah Stunting. Moment diharapkan bisa menguatkan keluarga dan upaya pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar