Advertorial

Pemkab Tuban Salurkan Bantuan Pangan untuk 14 Ribu Warga Terdampak Covid-19

Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Tuban membuat kebijakan untuk mengeluarkan program Jaring Pangan Sosial (JPS) untuk warga masyarakat yang terdampak akibat Covid-19, Senin (28/9/2020). Kebijakan ini guna melanjutkan program JPS dari Pemprov Jawa Timur yang sudah berjalan selama tiga bulan dan berakhir pada bulan Juli kemarin.

Dalam program JPS yang diambilkan dari dana APBD Kabupaten Tuban itu, terdapat sebanyak 14 ribu warga di Kabupaten Tuban yang mendapatkan bantuan pemerintah berupa pangan tersebut. Dari sebanyak 14 ribu itu, sebanyak 4 ribu warga warga penerima JPS itu merupakan para guru honorer dari sekolah madrasah yang selama ini gajinya masih sangat minim.

Penyaluran bantuan pangan dari Pemkab Tuban untuk warga yang sebelumnya menerima bantuan JPS dari Provinsi Jawa Timur itu sudah mulai dilakukan pada bulan September 2020 ini. Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, memandu secara langsung proses penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Tuban yang hari ini dilaksanakan di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Tuban.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tuban itu menjelaskan, bahwa pada awalnya program JPS dilaksanakan Pemprov Jatim dan berjalan selama 3 bulan, yaitu Mei-Juli 2020. Karena kondisi pandemi masih cukup melingkupi kehidupan masyarakat Tuban, Pemkab Tuban mengambil kebijakan untuk melanjutkan program tersebut. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 8,4 miliar berasal dari APBD Kabupaten Tuban.

Lebih lanjut disampaikan, program JPS Kabupaten Tuban akan dilaksanakan selama 4 bulan (September-Desember 2020). Program ini disamping teruntuk keluarga terdampak Covid-19 sebagaimana data Pemprov sebelumnya sejumlah 10 ribu penerima Pemkab Tuban juga menambah penerima sebanyak 4 ribu penerima sehingga total penerima mencapai 14 ribu penerima.

“Awalnya 10 ribu kemudian ditambah 4 ribu penerima dengan latar belakang pekerjaan adalah guru honorer madrasah swasta,” jelas Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati (Wabup) Tuban saat menyerahkan bantuan JPS itu secara simbolis.

Wabup juga mengungkapkan guru honorer berperan penting mencerdaskan generasi penerus Kabupaten Tuban. Namun, masih banyak guru honorer yang kesejahteraannya masih jauh dari cukup, utamanya guru honorer pada madrasah swasta.

“Terutama pada masa pandemi Covid-19, banyak guru honorer yang terpukul kondisi ekonominya, karenanya perlu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Tuban,” sambungnya.

Setiap bulannya warga penerima JPS Kabupaten Tuban akan mendapatkan bantuan paket sembako senilai Rp 150 ribu yang terdiri dari beras premium, minyak, dan telur. Jika sembako yg diterima berkualitas buruk dapat segera melapor, agar segera diganti. Pihak yang ditunjuk sebagai penyedia sembako harus bertanggung jawab menjalankan amanah yang diberikan.

“Ini adalah bantuan untuk penguatan pangan bagi keluarga, jangan sampai bantuan ini dijual kembali. Bantuan pangan ini harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan, serta meningkatkan gizi keluarga di tengah-tengah pandemi seperti saat ini,” pesan Wabup Tuban saat berada di hadapan para penerima bantuan itu.

Wabup kelahiran Rengel ini juga mengajak masyarakat untuk berdisiplin protokol kesehatan, diantaranya memakainya masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Penerapan protokol kesehatan dimaksudkan untuk menjaga diri sendiri, keluarga, dan orang lainnya, serta harus saling menjaga antar warga masyarakat.

Sementara itu, Joko Sarwono, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, menjelaskan bahwa pendataan penerima JPS sesuai data JPS Pemprov Jatim dan ditambah 4 ribu penerima yang diajukan Pemkab Tuban. Penerima bantuan JPS Kabupaten Tuban bukan saja masyarakat miskin tapi juga masyarakat yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.

“Masyarakat yang pekerjaannya terhenti atau bahkan hilang akibat Covid-19 termasuk dalam kriteria masyarakat terdampak. Untuk proses penyaluran bantuan langsung dikirim ke masing-masing kecamatan dan kemudian dibagikan langsung melalui desa-desa. Harapannya, program JPS Kabupaten Tuban dapat mendukung penguatan ekonomi dan pangan masyarakat kabupaten Tuban,” papar Joko Sarwono, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban setelah penyaluran bantuan itu. [mut/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar