Advertorial

Pemkab Ponorogo Launching Uji Coba Penerapan New Normal

Bupati Ipong Muchlissoni melaunching penerapan new normal. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi melaunching uji coba penerapan new normal disejumlah tempat di bumi reyog. Bupati Ipong Muchlissoni meyakini bahwa new normal pasti akan diberlakukan di Indonesia. Pemerintah Pusat sudah menetapkan beberapa kota/kabupaten di Indonesia untuk melaksanakan new normal. Meski Ponorogo tidak termasuk daerah yang ditunjuk. Namun, pihaknya melakukan new normal ini, sebagai bentuk antisipasi dan kesiapan jika nantinya new normal diberlakukan di Indonesia.

“Penerapan new normal ini hanya soal waktu saja, saya yakin tatanan kebiasaan baru ini akan diberlakukan di Indonesia. Ini Ponorogo melakukan uji coba new normal di beberapa tempat,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Selasa (2/6/2020).

Pemkab Ponorogo menerapkan uji coba dibeberapa titik keramaian yang berbeda-beda jenisnya. Di instansi pemerintah diterapkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Kecamatan Ponorogo yang meliputi kelurahan di wilayah tersebut.

Uji coba jalan protokol, meliputi jalan Soekarno-Hatta, Jendral Sudriman, HOS Cokroaminoto, dan Suromenggolo. Kemudian di mal PCC dan toko serba ada Ponorogo Permai (Poper) dan objek wisata Telaga Ngebel. Setiap masing-masing tempat itu akan ada gugus tugas yang mengawasi dan menertibkan masyarakat yang mengabaikan keadaan uji coba new normal tersebut. “Tidak menutup kemungkinan, jika uji coba ini berjalan sukses, akan kami uji coba lagi di warung-warung yang ramai atau masjid,” katanya.

Uji coba penerapan new normal ini untuk mendisiplinkan masyarakat untuk melakukan 3 hal dalam protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, yakni memakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak aman. Selain itu dengan adanya uji coba, setidaknya mempunyai payung hukum untuk melakukan tindakan-tindakan. Sebab selama ini anjuran cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak ini hanya himbauan. Kecuali daerah-daerah yang menerapkan PSBB.

“Jadi dengan uji coba new normal ini ada payung hukum untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan penanggulangan Covid-19,” katanya.

Ipong menyebut uji coba new normal mengajak masyarakat untuk kembali hidup normal, namun dengan kebiasaan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Pakai masker, sering mencuci tangan dan jaga jarak harus menjadi kebiasaan yang normal di masyarakat.

“Indikator kesuksesan uji coba penerapan new normal ini dengan tidak adanya penambahan kasus positif dari tempat-tempat uji coba ini,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar