Advertorial

Wali Kota Mojokerto Buka Pelatihan Pemandu Wisata Tahun 2019

Ning Ita: Pariwisata Kota Mojokerto adalah Tanggung Jawab Bersama

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto menggelar pelatihan pemandu wisata. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di salah satu hotel yang ada di Kota Mojokerto.

Dalam laporannya, Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto, Novi Rahardjo menyampaikan, jika pelatihan tersebut untuk menggerakkan secara optimal seluruh instrumen pendukung industri pariwisata khususnya di Kota Mojokerto.

“Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi segenap instrumen pendukung industri pariwisata utamanya sumber daya manusia, ” ungkapnya, Kamis (13/6/2019).

Masih kata Novi, pelatihan akan terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama pelatihan pemandu wisata buatan (ecopark), tahap kedua adalah pelatihan pemandu wisata budaya dan tahap ketiga adalah pelatihan pemandu wisata tematik.

“Hari ini temanya adalah ecopark yang titik beratnya pada tiga objek. Yaitu TPA Randegan, Hutan Kota, Pasar Minggu Pagi Benpas. Pengunjung yang datang ke TPA Randegan dan Hutan Kota sering kali bertanya kepada para pedagang di sekitarnya,” katanya.

Untuk itu, lanjut Novi, warga sekitar harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan yang identik dengan guide. Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan,  jika industri pariwisata di Kota Mojokerto bisa dikatakan tertinggal dibanding daerah lain.

Sedangkan program pemerintah nasional mewajibkan bahwa di setiap daerah tingkat II mengembangkan potensi wisatanya. Sehingga dalam kepemimpinannya akan memfokuskan sesuai dengan RPJMD yang telah disahkan.

Bahwa urusan yang dipilih untuk menjadi prioritas pemerintah adalah bidang pariwisata. Ning Ita menambahkan, jika pelatihan tersebut menjadi penunjang untuk bidang pariwisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Berbicara tentang pariwisata, salah satu komponen penting dan strategis di dalam sektor pariwisata adalah pemandu wisata. Bapak Ibu dihadirkan di sini untuk diberikan pelatihan,diberikan ilmu bagaimana menjadi seorang pemandu wisata,” tuturnya.

Dalam dunia pariwisata, lanjut Ning Ita, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada sinergi dari beberapa pihak. Pemerintah menyiapkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah, kemudian pihak swasta ikut andil di dalamnya.

“Dan yang lebih penting lagi kontribusi dan partisipasi dari masyarakat. Semua masyarakat Kota Mojokerto juga punya kewajiban ikut ambil bagian mensukseskan program pariwisata yang akan dilakukan oleh Pemda setempat,” jelasnya.

Ning Ita berpesan kepada peserta pelatihan agar tidak mempunyai pemikiran jika pelatihan tersebut hanya sekedar pelatihan saja. Namun Ning Ita meminta agar para peserta pelatihan untuk berkomitmen menularkan ilmu yang didapat dari pelatihan tersebut.

“Saya mengharapkan ilmu yang Anda beroleh bisa ditularkan kepada masyarakat secara luas. Agar semakin banyak masyarakat yang peduli bagaimana untuk menjadi tuan rumah terhadap wisatawan yang hadir,” lanjutnya.

Ning Ita mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Selain men-support bidang pariwisata, juga sebagai bentuk bahwa masyarakat Kota Mojokerto mau berpartisipasi aktif ikut mendukung apa yang menjadi program dari pemda.

“Pariwisata menjadi prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah Kota Mojokerto 5 tahun ke depan, dengan kehadiran para tour guide ini mampu memberikan pelayanan yang baik kepada siapapun wisatawan yang datang ke Kota Mojokerto,” tegasnya.

Nara sumber dalam pelatihan ini dari kalangan praktisi maupun akademisi diantaranya Satrio Wiweko yang merupakan Direktur Eksekutif Sahabat Lingkungan dan Lisa Rokhmini yakni dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.

Masing-masing tahap pelatihan akan dilaksanakan selama tiga hari dengan pemberian materi pada hari pertama dan kedua sedangkan pada hari ketiga akan diisi dengan observasi lapangan.

Pelatihan pemandu wisata buatan (ecopark) dilaksanakan pada tanggal 13-15 Juni 2019, pelatihan pemandu wisata budaya (warisan budaya) akan diselenggarakan pada tanggal 17 sampai dengan 19 Juni 2019, pelatihan pemandu wisata budaya (tematik) akan diadakan pada tanggal 20 sampai 22 Juni 2019.[tin/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar