Advertorial

Jamin Daging Layak Konsumsi, Bupati Mojokerto Periksa Produk Pangan

Caption : Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat pemeriksaan produk pangan di Pasar Kemlagi

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melakukan pemeriksaan produk pangan yang meliputi daging sapi, daging ayam dan olahannya di Pasar Kemlagi. Hal ini dilakukan demi terwujudnya produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) untuk masyarakat dalam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah tahun 2022.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, pemeriksaan produk pangan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam menjaga kualitas daging layak konsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2022. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita,” ungkapnya, Selasa (26/4/2022).

Yakni untuk melakukan pengendalian, perlindungan terhadap konsumen bagi pemakai pembeli daging sapi dan daging ayam di Kabupaten Mojokerto. Masih kata Bupati, Pemkab Mojokerto berupaya untuk menjamin para konsumen agar daging sapi maupun daging ayam yang dibeli dalam kondisi baik dan aman layak dikonsumsi.

“Hasil pengecekan secara langsung di Pasar Kemlagi kali ini, dalam uji laboratorium dari beberapa pedagang daging sudah memenuhi standar. Dari semua titik yang kita sampling pada hari ini di Pasar Kemlagi, semua daging dalam kondisi baik. Daging dalam kondisi segar, bebas formalin, dan juga asli daging sapi bukan pemalsuan babi,” katanya.

Sementara untuk daging ayam dan hasilnya dari beberapa sampel yang diambil petugas juga menunjukkan dalam kondisi baik dan bebas formalin. Selain itu, tambah Bupati, untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah sudah menyiapkan tim untuk mengendalikan harga yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Memang ada kenaikan dan ini tidak hanya sekarang saja tapi setiap kali lebaran pasti ada kenaikan harga-harga yang harus kita lakukan adalah kita mengendalikan jangan sampai kenaikannya ini melebihi ambang batas, jadi di pemerintah itu ada namanya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” jelasnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, dalam melakukan uji laboratorium daging di Pasar Kemlagi, pedagang daging yang lolos dari uji laboratorium akan diberikan sertifikat sebagai tanda lolos uji laboratorium dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto.

Dalam pemeriksaan kali ini, terdapat target sasaran sebanyak 284 sampel dari pedagang penjual daging untuk di uji laboratorium dari sembilan pasar yang menjadi target pemeriksaan produk pangan. Meliputi Pasar Raya Mojosari, Pasar Sawahan Bangsal, Pasar Pohjejer Gondang, Pasar Dinoyo Jatirejo, Pasar Kutorejo, Pasar Gempolkrep Gedeg, Pasar Kedung Maling, Pasar Jetis dan Pasar Kemlagi.

Dalam pemeriksaan produk pangan asal hewan, terdapat standar untuk pemeriksaan uji laboratorium. Untuk pengujian daging sapi meliputi uji formalin, uji pemalsuan daging babi, dan uji organoleptis. Untuk pemeriksaan daging ayam, meliputi uji formalin dan uji organoleptis. Sementara untuk olahan daging, uji formalin, uji boraks, uji pemalsuan daging babi dan uji organoleptis. [tin/adv]


Apa Reaksi Anda?

Komentar